oleh

Penerimaan PPDB Tingkat SMA/SMK di Depok Selesai tapi Masih Ada PR buat KCD Wilayah II Bogor dan MKKS Kota DepoK

POSKOTA.CO – Kegiatan atqu pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMKN/SLB Kota Depoj yang masuk dalam Kantor Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah II Kota Depok dan Kota Bogor telah selesai ternyata masih banyak yang menganjal atau masalah bermunculan di dua wilayah tersebut mulai dari jumlah rombongan belajar (Rombel) dalam satu kelas bahkan uang seragam yang dibebankan ke orang tua murid.

“Masih banyak siswa tidak diterima dalam sistem online baik dari sistem prestasi atau zonasi tidak dapat masuk karena adanya dugaan siswa titipan yang masuk bahkan siswa titipan itu pun belum terakomodasi dari semua SMA/SMK Negeri di Kota Depok,” kata Erwin, warga Bedahan, Sawangan yang anaknya tidak diterima masuk di zonasi SMA N 5 Depok, Jumat petang (4/8).

Tidak diterimanya anaknya di SMA N 5 Depok diakui tidak hanya dirinya yang bermasalah namun hampir semua warga Kota Depok yang mendaftarkan melalui online baik melalui jalur prstasi atau zonasi bakal gagal masuk ke sekolah yang jaraknya tidak jauh dari rumah mereka atau paling tidak masih radius se kecamatan di sekolah yang dituju.

Menurut dia, penangganan atau tata kelola pendekatan antar sekolah khususnya tingjat SMA/SMK di Kota Depok yang jumlahnya sedikit membuat kisruh atau masalah PPDB hampir setiap tahun di Kota Depok terus berlangsung dan terjadi. “Tidak mungkin ada grafitivasi pihak sekolah baik guru dan lainnya termasuk beberapa instansi terkait bahkan LSM maupun lainnya,” katanya kesal yang meminta pertanggung jawaban Kantor Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah II Kota Depok dan Kota Bogor, Asep Sudarsono maupun Mamad Mahpudin, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Negeri Kota Depok.

Mereka berdua baik KCD Wilayah II Depok dan Kota Bogor, Asep Sudarsono maupun Mamad M, Ketua MKKS Kota Depok yang juga Kepala SMA N 4 Depok, hendaknya menjadi perhatian dan pekerjaan rumah (PR) dalam menanggani PPDB tingkat SMA di Kota Depok untuk memperbaiki dan tidak pilih kasih dalam memberikan dispensasi siswa masuk ke sekolah negeri yang menjadi harapan warga Kota Depok walaupun jumlah sekolah SMA/SMK Negeri terbatas.

Menurut dia, dari data yang ada jumlah Rombel di setiap SMA/SMK Negeri Kota Depok seharusnya hanya 36 orang siswa namun dilapangan ternyata ada 41 hingga 44 siswa.

Melihat adanya peluang masih terbukanya kesempatan Rombel di setiap SMA Negeri di Kota Depok, imbuh dia, tidak jarang orang tua murid rela menyiapkan atau mengelontorkan dana hingga puluhan juta rupiah agar anaknya masuk ke SMA Negeri di Kota Depok dengan asumsi bahwa anaknya nanti dapat bersaing masuk ke Perguruan Tinggi (PT) Nasional.

Kaitan masalah keluhan warga Depok terkait PPDB tingkat SMA/SMK di Depok, baik KCD Wilayah II Bogor Asep Sudarsono maupun Mamad M, Ketua MKKS Kota Depok saat Poskotaknline ingin konfirmasi hampir satu bulan hampir satu bulan nomor hp atau wa tidak berfungsi. (anton)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *