oleh

Pelanggar Ganjil Genap di Kota Bogor Bakal Disanksi

POSKOTA.CO – Aturan ganjil genap di Kota Bogor kembali diberlakukan pada 12-14 Feburari 2021. Dalam pelaksanaannya kali ini, kendaraan yang melanggar ganjil genap akan dikenakan sanksi oleh petugas.

Penegasan ini disampaikan oleh Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro.
Menurut orang nomor satu di jajaran kepolisian Kota Bogor ini, pemberlakuan sanksi bagi pelanggar ganjil genap dilakukan di dua titik yakni di check point Tugu Kujang dan Pos Sekat Wangun.

“Yang melanggar akan dilakukan komunikasi. Kalau memang ada alasan yang jelas maka akan kami berikan kesempatan untuk melakukan perjalanan. Tetapi kalau tidak ada alasan yang jelas hanya untuk jalan-jalan maka akan diberikan sanksi,” katanya.

Kombes Susatyo menjelaskan, untuk pos sekat ganjil genap pada Jumat (12/2/2021), ada enam titik yang menjadi sasaran operasi. Enam titik ini yakni, Perum Yasmin, Simpang Bogor, GT (gerbang tol) Bogor, eks terminal Wangun, SPBU Veteran dan terminal Bubulak.

Sedangkan untuk lima check point berada di titik simpang Air Mancur yang berada di Jalan Jend Sudirman, Bantarjati yang terhubung ke Jalan Pajajaran, Tugu Kujang yang terhubung ke Jalan Otista dan terminal Baranangsiang menuju tol Bogor, Batutulis di Bogor Selatan dan Jembatan Merah.

“Ini adalah pembatasan mobilitas masyarakat dalam rangka protokol kesehatan bukan tentang kemacetan lalu lintas. Sanksinya sesuai protokol kesehatan yang diatur peraturan wali kota,” kata Kombes Susatyo.

Kasatpol PP Kota Bogor Agustiansyah menjelaskan, sanksi ganjil genap ini sesuai Perwali Nomor 107 Tahun 2020 tentang Penerapan Sanksi Administratif untuk Pelanggar PSMBK.

“Sanksinya yang melanggar adalah denda mulai Rp50.000 sampai maksimal Rp250.000 atau sanksi sosial. Pelanggaran ini di check point drive thrue ini ganjil genap. Tetapi kalau dia melanggar protokol kesehatan bisa dikenakan juga,” kata Agus.

Penerapan sistem yang ketat ini diberlakukan, mengingat Kota Bogor saat ini masih berada dalam zona merah penyebaran Covid-19. (yopi)

 

 26 total views

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *