oleh

Minim Personel, Satpol PP Kecamatan Tanah Abang Kedodoran Jaga Wilayah

POSKOTA.CO – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, mulai lemes dan kedodoran melakukan penjagaan dan penghalauan di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, menjelang bulan Ramadhan 1443 Hijriyah.

Bayangkan saja, personil Satpol PP Kecamatan Tanah Abang ini terkuras habis tenaganya, lantaran jumlah personil nya sangat minim. Sedangkan, penjagaan di wilayah ini sangat banyak.

“Sudah seminggu kami jaga di Pasar Tanah Abang dari pagi, sore hingga malam hari dengan mendirikan dua posko pantau di Pasar Tanah Abang yang dibantu petugas P3S, Perhubungan, TNI dan Polri dengan jumlah kekuatan penuh,” ujar Budi Salamun Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kecamatan Tanah Abang, Jumat (18/3/2022).

Disinggung jumlah personil Satpol PP Kecamatan Tanah Abang, dia mengatakan, personil Satpol PP Kecamatan Tanah Abang untuk operasional berjumlah 60 Satpol PP ini setiap hari bertugas melakukan penjagaan di titik sentral diantaranya, Pasar Regional terbesar se Asian Tenggara, gedung DPR dan MPR, Jantung Kota, dan penjagaan di posko pantau bongkaran, pertigaan Jati Bunder, terowongan kendal, maupun JPO Phinisi serta patroli wilayah atau penghalauan kerumunan malam hari Jalan Tentara Pelajar, Asia Afrika dan sepanjang Sudirman. “Penjagaan patroli wilayah di mulai pukul 20.00 Wib malam hingga pukul 01.00 Wib dini hari. Selanjutnya anggota Satpol PP pada pukul 07. 00 Wib pagi bertugas kembali di Pasar Pasar Tanah Abang,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pemantau Penyimpangan Aparatur Daerah, (LP2AD) mengaku miris dengan system penempatan petugas Satpol PP di wilayah DKI Jakarta. “Memang sejak dipimpin Kasatpol PP Provinsi DKI Jakarta, Arifin, tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) nya Satpol PP jadi kurang greget. Padahal Satpol PP sebagai penegak Peraturan Daerah (Perda) nomor: 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum (Tibum) semestinya tegas dan lantang dalam menjalankan aturan tersebut. Namun, malah sebaliknya jadi kendor seperti tidak bernyali menertibkan pedagang Kaki Lima (PK-5) yang melanggar Perda,” ungkapnya.

Dia menerangkan, urusan Pasar Tanah Abang saja dari dulu tidak pernah tuntas karena jajaran Satpol PP Provinsi DKI Jakarta tidak berpikir cerdas. “Gimana nggak lemes dan tenaganya terkuras personil Satpol PP Kecamatan Tanah Abang anggota nya sedikit. Padahal banyak titik-titik pelanggar Perda yang harus diawasi meliputi titik sentral Pasar Regional Terbesar se Asia Tenggara. Semestinya harus ditangani tingkat Provinsi,” pungkasnya.

Ia pun berharap, Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Rasyid Naswedan meresufle jajaran Satpol PP tingkat Provinsi DKI Jakarta karena tidak peka menyikapi perkembangan di lapangan dan system penempatan personil Satpol PP seperti management warung kopi.

“Pak Gubernur Anies semestinya segera meresufle jajaran Satpol PP Provinsi untuk sebuah penyegaran supaya kinerjanya lebih baik lagi ke depannya,” tandasnya. (van/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.