oleh

Memeriahkan HUT RI, Adira Finance Resmikan Adira Virtual Expo 2021

POSKOTA.CO – Melihat dinamika pandemi Covid-19 yang masih belum pulih di tahun 2021, dalam merespon percepatan adopsi digital oleh konsumen, Adira Finance terus berinovasi mempersiapkan strategi bisnis untuk menanggapi arah perubahan konsumsi masyarakat yang menjadi lebih digital savvy dengan mempermudah pelanggan dalam melakukan pembiayaan tanpa harus melalui kantor cabang.

“Oleh karena itu, Perusahaan terus melakukan inovasi dan mengembangkan digital platform Adiraku. Hingga Juni 2021, jumlah konsumen yang telah mengunduh aplikasi Adiraku sekitar 1,5 juta konsumen dan jumlah konsumen yang terdaftar sekitar 700 ribu konsumen,” kata Hafid Hadeli, Presiden Direktur, dalam keterangannya Jumat (20/8).

Dijelaskannya, hingga saat ini, Perusahaan terus memberikan restrukturisai kepada nasabah yang terdampak Covid-19. Per posisi Juni 2021, jumlah nasabah yang pinjamannya telah direstrukturisasi ada sebanyak 831 ribu kontrak atau sekitar Rp19 triliun mewakili sekitar 36% dari piutang yang dikelola per Februari 2020.

“Saat ini, lebih dari 80% dari pinjamanan nasabah yang telah direstrukturisasi telah mulai membayar kewajiban cicilannya,” ujar Hafid.

Dari sisi keuangan, Perusahaan membukukan pendapatan bunga pada Semester I/2021 mencapai Rp4,4 triliun, masih mengalami penurunan sebesar 25,0% y/y jika dibandingkan periode sama tahun lalu, terutama karena penurunan piutang pembiayaan. Sementara itu, beban bunga turun sebesar 27,6% y/y menjadi Rp1,7 triliun sejalan adanya penurunan pada jumlah pinjaman serta pada cost of fund. Hasilnya, pendapatan bunga bersih tercatat sebesar Rp2,7 triliun, turun 23,3% y/y dan margin bunga bersih tercatat sebesar 12,3%. Beban operasional Perusahaan turun tipis sebesar 1,1% y/y menjadi Rp1,8 triliun, sementara cost of credit mengalami penurunan sebesar 15,7% y/y menjadi Rp819 miliar.

Dengan demikian, laba bersih Perusahaan setelah pajak dibukukan sebesar Rp 473,5 miliar atau mengalami penurunan sebesar 20,7% y/y. Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) Perusahaan masing-masing tercatat menjadi sebesar 3,3% dan 12,1% di Semester I/2021.

“Dari sisi pendanaan, kami tetap melakukan diversifikasi baik melalui dukungan pembiayaan bersama dari perusahaan induk, Bank Danamon, maupun pinjaman eksternal yang terdiri pinjaman bank dan obligasi. Per posisi Juni 2021, pembiayaan bersama mewakili sekitar 43% dari total piutang yang dikelola. Sementara, pinjaman eksternal tercatat sebesar Rp13,3 triliun, turun 35,4% y/y. Dengan demikian, Gearing Ratio turun dari 2,7x menjadi 1,7x.

Di tengah pandemi Covid-19 yaitu di bulan Juli 2021, Perusahaan telah menerbitkan Obligasi PUB V Tahap II dan Sukuk Mudharabah IV Tahap II tahun 2021 senilai Rp 1,5 triliun dengan oversubscribe 4,8x. Selain itu juga, kami berhasil mempertahankan peringkat domestik dan internasional masing-masing yaitu idAAA dan BBB serta Baa2/Stable dari Lembaga Pemeringkat PEFINDO dan Fitch serta Moody’s atau sama dengan peringkat negara Republik Indonesia. Peringkat ini memperkuat kemampuan Perusahaan untuk mengakses sumber pendaan yang lebih kompetitif baik dalam negeri maupun luar negeri,” kata I Dewa Made Susila, Direktur Keuangan Adira Finance. (miv/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *