oleh

Lima Tempat Bangunan Kuno di Kota Depok Diusulkan Jadi Cagar Budaya

POSKOTA.CO – Lima unit bangunan tempo dulu atau kuno hasil pembangunan zaman Belanda yang masih berdiri di Kota Depok diajukan sebagai cagar budaya oleh Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) di Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok.

“Tim TACB memang sedang menyiapkan berbagai kelengkapan dan persyaratan untuk mengajukan lima unit bangunan peninggalan atau yang dibangun sejak zaman Belanda berusia puluhan tahun,” kata Kepala Disporyata Kota Depok Wijayanto, didampingi Kepala Bidang Kebudayaan dan Pengembangan Kepariwisataan Disporyata Kota Depok Tatik Wijayati, Senin (23/11/2020).

Kelima bangunan kuno tersebut telah dikaji tim TACB, dan pantas dijadikan cagar budaya di antaranya, Rumah Panggung Bojong Sari, Kantor Pos di wilayah Pancoran Mas, Gardu Induk Listrik di Stasiun Depok, Stasiun Citayam, dan Tiang Telepon di dekat pertigaan Jalan Raya Pemuda dan Jalan Raya Kartini depan Puskesmas Depok Lama, Kecamatan Pancoran Mas.

“Tim TACB sudah melakukan survei ke lokasi dan menggali informasi. Selain itu juga melakukan pendataan dan pengecekan bahwa lokasi tersebut merupakan cagar budaya atau tidak. Setelah mengumpulkan data tersebut, Tim TACB melakukan pembahasan dan menyimpulkan penetapan cagar budaya,” ujarnya

“Saat ini sedang proses rekomendasi untuk disampaikan ke Wali Kota Depok dan ditetapkan sebagai cagar budaya,” tambah Tatik Wijayati.

Sekarang ini di Kota Depok sudah terdapat sepuluh cagar budaya antara lain, Sekolah Dasar Center atau Sekolah Negeri Pancoran Mas 2, SMU Kasih (Eden Haezer), Gereja GPIB Imanuel, Kantor Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC), dan Rumah Sakit Harapan. Selanjutnya, Pemakaman Kamboja, Jembatan Panus, Rumah Tinggal Keluarga Eduard Soedira, Rumah Tinggal Pendeta GPIB Immanuel, dan Bangunan Rumah Tua di lahan RRI, Cimanggis. (anton)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *