oleh

Jalan Raya Legok Tangerang ‘Neraka’ bagi Pemotor, Warga Nilai Perbup 47/2018 ‘Banci’

POSKOTA.CO – Jalan Raya Legok, Kabupaten Tangerang kembali menelan korban. Satu keluarga tersungkur ke aspal saat kuda besi yang ditungganginya tersenggol truk tanah.

Seorang ibu rumah tangga tewas mengenaskan setelah tubuhnya terseret badan truk dan terlindas roda belakang. Sementara suami dan anak korban lolos dari maut. Insiden maut itu terjadi pada Minggu (8/11/2020) sekitar pukul 10.45 WIB.

“Korban meninggal dunia atas nama Gianti, 27 tahun,” ungkap Kanit Laka Lantas Polres Tangerang Selatan Iptu Dadhy Arsya, saat dikonfirmasi Minggu (8/11/2020) malam.

Saat kecelakaan terjadi, terang Dadhy, Gianti bersama putranya tengah dibonceng suaminya Ahmad Wasin. Mereka menunggangi Honda Beat B 6384 GRB dari Legok menuju Karawaci.

Saat melintas di dekat SPBU Pertamina Medang, muncul truk Fuso A 9126 EX yang dikemudikan Winardi. Salah satu penumpang motor lalu bersenggolan dari sisi kiri mobil raksasa beroda enam. Gianti pun terseret dan terlindas roda belakang truk.

“Truk Fuso yang dikemudikan Winardi datang dari arah bersamaan. Korban tersangkut bodi truk hingga mengalami luka di bagian perut dan paha,” beber Dadhy.

Belakangan terbongkar, truk Fuso yang dikemudikan Winardi ini melintas di luar jam operasional truk di wilayah Kabupaten Tangerang. Berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 47 Tahun 2018 tentang Operasional Truk Semua Golongan.

“Truk dan sopir sudah kita amankan dan masih diperiksa penyidik lalu lintas,” ujar Dadhy.

Jalan Raya Legok, Kabupaten Tangerang disebut-sebut ‘lintasan neraka’ bagi para pemotor. Mobil berukuran kecil dan besar kerap ditemui di jalan yang menghubungkan Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Bogor.

Tak sedikit nyawa pemotor melayang di Jalan Raya Legok. Penyebabnya, selain jalan berlubang, sopir truk melaju kendaraannya secara ugal-ugalan. Bupati Tangerang Zaki Ahmed Iskandar lalu mengeluarkan peraturan pembatasan jam operasional untuk menekan angka kecelakaan.

Namun peraturan tinggallah peraturan. Masih banyak ditemukan truk Fuso melanggar Peraturan Bupati Nomor 47 Tahun 2018. Masyarakat di sepanjang Jalan Raya Legok pun mendesak Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Polres Tangerang Selatan untuk tegas menegakkan peraturan.

“Korbannya sudah banyak, perbupnya sudah ada. Tinggal kedisiplinan para pengemudi dan pengawasan kepolisian dan Dinas Perhubungan, jangan sampai perbup itu jadi banci akhirnya,” pinta Chandra, warga setempat. (imam)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *