“Nama programnya Kartu Jakarta Maju disingkat Kamu, sedikitnya terdapat delapan jenis bantuan sosial. Untuk satu warga bisa menerima sampai lima kriteria seperti tidak mampu, lansia, petugas tempat ibadah, disabilitas, dan lainnya, tapi kartu tetap satu yaitu Kamu,” kata Cawagub Suswono saat menghadiri acara tasyakuran Dapil 7 Jakarta Selatan yang digelar Ketua Fraksi Demokrat DPRD DKI Jakarta di Jl Madrasah, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Minggu (13/10).
Paslon Rido juga telah mengemas delapan program pembangunan yang dinamakan Traktir 8 Makanan. Rincian Bakwan, bangun kota rawat lingkungan. Kue Putu, kemanapun irit dan hemat waktu. Laksa, pelatihan siap kerja. Petis, pendidikan gratis. Asinan, agenda solusi hujan aman (antisipasi banjir). Rujak, rumah terjangkau dan terpadu. Ketupat, kredit tanpa bunga akses cepat. “Nanti Jakarta akan banyak pekerjaan untuk menampung pengangguran. Adapun kredit tanpa bunga akan dibagikan di masjid-masjid terutama untuk modal UMKM, tandas pendamping Cagub Ridwan Kamil.
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD DKI Jakarta, Ali Muhammad Johan mengungkapkan, ada 70 program yang akan dijalankan pasangan Rido. Bahkan, Ali Johan turut membantu sosialisasi program-program tersebut lewat door to door dan membagikan pamflet kepada konstituen.
“Ada Sekolah Gratis, baik Negeri maupun swasta. Pasangan Rido juga akan tetap memberikan bantuan pendidikan KJP. Memang DPRD DKI Jakarta periode lalu sudah melakukan MoU dengan Dinas Pendidikan yang akan memberikan pendidikan gratis di sekolah swasta, teknisnya akan dibahas lagi karena ini terkait alokasi anggaran,” kata Ali yang terpilih kembali menjadi anggota DPRD DKI Jakarta untuk kedua kali.
“Pasangan Rido juga akan memberikan penguatan kemandiran dana RW dengan alokasi Rp 200 juta/tahun atau Rp 1 Miliar per 5 tahun. Alokasi dana ini akan dimasukkan ke kelurahan untuk kemudian diskusikan dengan semua komponen, RT, RW, PKK, Jumantik, Karang Taruna, Jumantik, PAUD, Dasa Wisma, dan lainnya untuk pembangunan lingkungan,” kata Ali pada acara yang dihadiri ratusan pendukung Ali dari Demokrat maupun sayap partai, dan berbagai elemen masyarakat.
“Mau dipakai apa dana RWnya, untuk kebutuhan masyarakat sesuai aspirasi masyarakat pada RW terkait. Tentunya penggunaan dana RW ini mengikuti Juklak/panduan/aturan mainnya dari gubernur,” tegasnya.
Di lokasi yang sama, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid mengungkapkan, pasangan Rido memiliki track record yang jelas. Untuk itu, Hidayat Nurwahid pun mengajak masyarakat untuk memilih pasangan Rido.
“Hak kita untuk memilih tadi, jangan hanya digunakan untuk memilih saja. Tapi gunakan hak itu untuk mengawasi penghitungan suara juga. Sesudah pencoblosan, awasilah. Supaya tidak terjadi suara kita berpindah atau ada suara siluman dari sana. Itu harus diawasi. Supaya suara rakyat yang telah kita perjuangkan tidak hilang,” tegasnya. (jo)







Komentar