oleh

Bela Suswono, Advokat Betawi Sebut Candaan Janda Kaya hanya Soal Kepatutan, Tak Ada Unsur Penistaan

JAKARTA – Dewan Penasihat Persatuan Advokat Betawi (PADI) Ramdan Alamsyah menilai tidak ada yang patut dipermasalahkan terkait pernyataan calon wakil gubernur Jakarta Suswono yang melempar guyonan soal janda kaya layak menikahi pengangguran. Terlebih, guyonan itu berujung pelaporan kepolisian oleh sejumlah kelompok.

Ramdan putra Betawi mengajak semua kalangan untuk melihat konteks pembicaraan yang disampaikan Suswono, karena tidak ada pelanggaran hukum yang dilakukan Suswono terkait ucapan tersebut. “Enggak ada masalah hukumnya itu apalagi sampai dianggap penistaan agama. Terlalu jauh, ini hanya soal kepantasan dan kepatutan saja, tidak pas ada candaan soal janda,” kata Ramdan, Rabu (30/10).

Terkait dugaan adanya bentuk penistaan terhadap Nabi Muhammad, seperti yang dilaporkan salah satu kelompok masyarakat, Ramdan pun menilai tidak ada ucapan Suswono yang menjurus ke arah sana.  “Saya lihat dari videonya tidak ada maksud itu, Pak Suswono juga tidak ada kalimat yang menyamakan Rasulullah kepada pengangguran, enggak ada di situ. Jadi penistaannya dimana?,” ujar Ramdan

Ramdan pun mengimbau kepada semua pihak tidak  memperkeruh suasana dengan terus menyebar narasi kebencian dan menebar politik identitas di tengah Pilkada Jakarta yang saat ini prosesnya berlangsung damai.  “Apalagi beliau (Suswono) sudah minta maaf. Jadi enggak perlu ada tindakan hukum lebih lanjut, tapi kami menghargai tindakan masyarakat yang menegur dengan cara melaporkan, itu bagian dari kontrol sosial,” ucap dia.

Ramdan justru curiga, adanya pelaporan dan polemik yang muncul ini sarat muatan politis, tujuannya menjatuhkan pasangan Ridwan Kamil-Suswono yang saat ini dalam sejumlah survei berada pada posisi teratas. “Justru kesan yang timbul ini seperti sengaja dipolitisasi. memakai isu politik identitas untuk menjatuhkan Pak Suswono,” kata dia.

Sementara itu, Aliansi Santri Jakarta (Alaska) juga ikut membela Suswono. Menurut Ketua Umum Alaska, Abdul Azis, tak ada yang salah yang diucapkan oleh Suswono dan tak perlu dibesar-besarkan. “Saya pikir tidak berlebihan dan ini kan hanya imbauan, terus salahnya dimana? Imbauan dan sekedar saran saja dan enggak perlu di perbesar dan gak perlu melebar lah,” ungkap Abdul Azis dalam keteranganya.

Sebelumnya Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta nomor urut 01, Suswono, meminta maaf atas pernyataannya soal janda kaya menikahi pemuda pengangguran dalam pertemuan dengan Relawan Bang Japar beberapa waktu lalu yang menimbulkan polemik. “Saya menyadari bahwa pernyataan saya dalam pertemuan dengan Relawan Bang Japar telah menimbulkan polemik. Atas hal itu saya meminta maaf, sekaligus mencabut pernyataan tersebut,” kata Suswono.  (Ifand/jo)

Foto : Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Suswono.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *