oleh

Efektif Kurangi Potensi Hujan Ekstrem, Pemprov DKJ dari 11 hingga 20 Maret Lakukan OMC Sehari Tiga Kali

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Jakarta (DKJ) sejak tanggal 11 Maret 2025 secara intensif melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang hasilnya terbukti menurunkan potensi hujan ekstrem menjadi gerimis. Hingga hari keenam Tim OMC telah melakukan 15 kali penerbangan dan menebar garam sebanyak  12 ton.

Gubernur DKJ Pramono Anung menyatakan dirinya memerintahkan jajaran BPBD untuk melaksanakan OMC lanjutan selama sepuluh hari berturut-turut supaya Jakarta tidak kecolongan lagi kasus banjir. Berdasarkan prakiraan BMKG bahwa potensi curah hujan ekstrem masih terlihat dari tanggal 10 sampai Maret. Kalau tidak dilakukan OMC, maka Jakarta bisa kejadian banjir bandang lagi.

“Untuk itu, saya minta BPBD terus berkolaborasi dengan BMKG, TNI AU, dan PT Rekayasa Atmosphere Indonesia (RAI) terus melanjutkan OMC,” kata Pramono kepada wartawan di Jakarta, Senin (17/3). Menurutnya, dalam beberapa hari ini hasilnya terbukti tidak ada hujan deras berkepanjangan. Cuacanya sehari-hari cuma hujan ringan, gerimis, dan mendung.

Plt Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo menyampaikan, adanya peningkatan Indeks Surge yang signifikan pada tanggal 17-18 Maret 2025. Berdasarkan data Indeks Surge terjadi peningkatan sekitar +11.9 dan signifikansi nilai CENS pada esok. “Hal ini dapat berpengaruh terhadap semakin signifikannya pembentukan awan di wilayah Jawa bagian barat dalam beberapa hari ke depan,” ujar Budi, Senin (17/3).

Ketua Subkelompok Logistik dan Peralatan sekaligus juru bicara OMC Jakarta 2025, Michael Sitanggang menjelaskan, pihaknya melakukan tiga sorti penerbangan pada hari keenam operasi. “Tiga sorti penerbangan menggunakan 2,4 ton bahan semai hidroskopis dengan total durasi penerbangan mencapai 5 jam 40 menit pada hari keenam Minggu (16/3) kemarin,” ujarnya. Sehari rata-rata tiga kali penerbangan.

Lokasi penyemaian meliputi area perairan Kabupaten Pandeglang dan Serang untuk sorti pertama, wilayah Barat Daya Pandeglang, Banten, Lebak, dan Perairan Selat Sunda untuk sorti kedua, serta area Barat Daya Pandeglang, Kabupaten Lebak, dan Perairan Selat Sunda untuk sorti ketiga.

Michael menambahkan total telah dilakukan 15 sorti dengan total penggunaan bahan semai mencapai 12 ton serta waktu terbang kumulatif selama 31 jam 30 menit sejak dimulainya tahap ketiga OMC Jakarta mulai tanggal 11 Maret 2025. “Kami terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau perkembangan cuaca demi memastikan kota Jakarta dan sekitarnya terhindar dari bencana hidrometeorologi selama pelaksanaan OMC,” tandas Michael. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *