oleh

Di Balik Prestasinya Berantas Narkoba, Kompol Yuni Pemakai Sabu

POSKOTA.C0 – Citra Korps Bhayangkara Polri betul-betul tercoreng.Kompol Yuni, Kapolsek Astanaanyar bersama 11 anggotanya diamankan Propam Polda Jawa Barat di sebuah hotel di Jawa Barat, lantaran mengkonsumsi narkoba jenis sabu.

Kabar penangkapan Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi akibat penyalahgunaan narkoba mengejutkan banyak pihak dan masyarakat. Sebab, selama ini Kompol Yuni dikenal sebagai sosok polisi wanita (polwan) berprestasi, pemberantas peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba .

Nama Kompol Yuni Purwanti, Kapolsek Astana Anyar, kini menjadi sorotan setelah ditangkap Propam Polda Jabar. Siapa sangka Polwan berprestasi yang dulu terkenal selalu memberantas narkoba ternyata juga sebagai pemakai narkoba.

Kompol Yuni kelahiran Porong, Sidoarjo, Jawa Timur ini sempat berkiprah dalam posisi penting di lingkungan Polri. Mengawali karier di kepolisian sebagai anggota di Subdit 2 Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar, Kota Bandung.

Beberapa tahun setelah tugas di Ditres Narkoba Polda Jabar, Kompol Yuni menjabat Kasat Narkoba Polres Bogor Kota. Di kota ini dia beberapa kali membongkar kasus narkoba dengan barang bukti cukup besar.

Prestasi Polwan Yuni Purwanti Kusuma Dewi membongkar peredaran narkoba (ist)

Setelah selesai bertugas di Polres Bogor Kota, Kompol Dewi ditarik kembali ke Ditres Narkoba Polda Jabar. Tak lama kemudian, dia ditugaskan memimpin Polsek Bojoloa Kidul Polrestabes Bandung.

Untuk jabatan kapolsek, Yuni sudah tiga kali memimpinan lingkup Polsek di Bandung di antaranya Polsek Bojongloa Kidul, Polsek Sukasari dan terakhir Polsek Astanaanyar.

Saat menjabat Kapolsek Sukasari Yuni kembali ditarik ke jajaran Ditres Narkoba Polda Jabar. Di sini dia bertugas di Subdit 1. Namun tak lama kemudian rotasi jabatan pun bergulir hingga akhirnya wanita cantik ini kembali dipercaya memimpin kepolisian sektor Astanaanyar.

foto ist

Namun sayang, kabar mengejutkan datang saat dirinya menjadi Kapolsek Astana Anyar bukannya prestasi yang ditorehkan, melainkan Polwan cantik pemberantas narkoba itu justru terlibat penyalahgunaan sabu bersama 11 anggotanya.

Tes urine yang dilakukan menyatakan, mereka positif mengonsumsi amphetamine atau sabu. Dengan bukti itu, mereka terancam penurunan pangkat dan dipecat dari keanggotaannya sebagai anggota Korps Bhayangkara.(d)

 248 total views

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *