BANJARMASIN — Prajurit TNI Angkatan Laut bergerak cepat memimpin operasi penyelaman berisiko tinggi untuk menembus kerangka KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Banjarmasin. Memasuki hari ke-11 pencarian pada Rabu (23/9), tim berhasil mengevakuasi sembilan jenazah korban yang terjebak di dalam bangkai kapal melalui tiga tahapan penyelaman ekstrem.
Aksi tanggap dan presisi ini digerakkan oleh tim penyelam elit TNI AL dari Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) dan Satuan Penyelam Bawah Air (Satkoppeba), yang bersinergi dengan Basarnas Special Group (BSG) serta Possi di bawah koordinasi Tim SAR Gabungan.
Dengan temuan terbaru ini, total korban yang berhasil dievakuasi oleh tim TNI AL dan SAR Gabungan genap menjadi 15 orang, hasil pencarian intensif selama beberapa hari, yakni:
Pada 18 September 2026: 3 jenazah ditemukan
22 September 2026: 3 jenazah ditemukan
23 September 2026:
9 jenazah ditemukan
Guna memastikan seluruh area terpantau dan proses evakuasi berjalan cepat, TNI AL menerjunkan empat armada kapal perang utama:
KRI I Gusti Ngurah Rai-332
KRI Sultan Iskandar Muda-367
KRI Nala-363
KRI Canopus-936.
Seluruh jenazah dipindahkan secara bertahap ke KN SAR Pacitan untuk penanganan medis serta proses identifikasi lanjutan.
Aksi cepat TNI AL dalam operasi kemanusiaan ini merupakan instruksi langsung Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, sebagai wujud nyata komitmen prajurit matra laut dalam menjaga keselamatan masyarakat dan menghadirkan rasa aman di seluruh perairan nasional. (aga)







Komentar