oleh

Dewan Pers Minta Dibentuk Tim Bersama Usut Tewasnya Wartawan Sekeluarga di Karo Sumut

JAKARTA – Kasus kebakaran rumah wartawan Tribrata TV Sempurna Pasaribu (47), di kawasan Nabung Surbakti, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, masih menjadi sebuah teka-teki. Sempurna Pasaribu tewas bersama istri Elfrida boru Ginting (47), anak Sudi Investasi Pasaribu (12), dan cucunya Loin Situkur (3), secara tragis.

Dewan Pers meminta dibentuknya tim investigasi bersama guna mengusut penyebab sebenarnya kebakaran tersebut. “Dewan Pers meminta Kapolri bersama Kapolda Sumatera Utara membentuk tim penyelidikan yang bersikap adil dan imparsial dalam mengusut kasus ini,” kata Anggota Dewan Pers Totok Suryanto, saat konferensi pers, di Kantor Dewan Pers, Jakarta, Selasa (2/7/2024).

Pihak Dewan Pers juga akan membentuk tim investigasi bersama yang melibatkan aparat dan unsur Komisi Keselamatan Jurnalis (KKJ). “Dewan Pers juga meminta Panglima TNI dan Pangdam Bukit Barisan membentuk tim untuk mengusut kasus ini secara terbuka dan imparsial,” sambung Totok, dalam siaran pers yang didapat media ini, Selasa (2/7/2024).

Selain itu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) diminta untuk turut serta secara aktif melakukan investigasi dan memberikan perlindungan kepada keluarga korban.

Menurut Totok, tim pencari fakta KKJ Sumut terdiri atas Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan, Ikatan Jurnalis Televisi (IJTI) Sumut, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan, Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan telah melakukan verifikasi dan pendalaman kasus kebakaran tersebut.

Tim itu menemukan sejumlah fakta bahwa kasus kebakaran yang merenggut empat nyawa terjadi setelah korban Sempurna Pasaribu memberitakan perjudian. Perjudian dimaksud berada di Jalan Kapten Bom Ginting, Kelurahan Padang Mas, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo. “Ada dugaan melibatkan pihak tertentu di balik kebakaran tragis itu,” ujarnya.

Dewan Pers sangat menyesalkan terjadinya kebakaran yang menewaskan satu keluarga itu. Jika ada kesengajaan,
Dewan Pers menegaskan, kekerasan terhadap wartawan adalah pelanggaran hukum dan bertentangan dengan isi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Dikatakan Dewan Pers, ada dua versi berbeda terkait penyebab kebakaran rumah wartawan Tribrata TV Sempurna Pasaribu merangkap warung kelontong. “Ada dua versi yang berbeda atas kejadian ini,” ujar Totok Suryanto.

Versi KKJ menyatakan, kebakaran diduga ada keterlibatan pihak tertentu yang berkaitan dengan pemberitaan perjudian di rumahnya. Versi lain menyatakan, kebakaran itu akibat ada ceceran bensin di rumah korban lalu menyulut bara api karena di rumah korban menjual bensin eceran.

Sementara itu, Koordinator KKJ Erick Tanjung menjelaskan, berita yang ditulis Sempurna Pasaribu terbit pada 22 Juni 2024 juga diunggah oleh korban via akun Facebook-nya. Berita dimaksud terkait perjudian yang marak terjadi di Kabupaten Karo, Sumut.

Dalam beritanya, korban menyebut di sana ada oknum aparat yang menjadi pengelola lapak judi. “Terkait pemberitaan itu, kami menduga salah satu penyebab rumah korban dibakar dan terjadi satu keluarga meninggal di rumah itu,” ujarnya. (*/omi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *