oleh

Cemburu Pacar WA-an Dengan Pria Lain, Celurit pun Bertindak

POSKOTA. CO – Cemburu buta, clurit yang bicara. Cemburu yang tak berdasar, membuat pemuda ini kini menjadi buronan polisi, akibat aksinya melukai orang lain.

Polsek Rumpin melakukan cek TKP tindak pidana penganiayaan sekaligus memastikan, pelaku tidak akan lolos dari perbuatannya yang nyaris menghilangkan nyawa orang lain.

Kapolsek Rumpin, Kompol Dali Saputra beserta anggota Polsek Rumpin turun le lokasi kejadian, guna mencari data-data dan meminta keterangan saksi di lokasi.

Dari cek TKP serta upaya pertolongan kepada korban, polisi memperoleh informasi, jika tindak pidana penganiayaan ini terjadi, diduga rasa cemburu pelaku yang berlebihan.

Korban dengan inisial S (17) yang mengalami tindak penganiayaan oleh pelaku R (19) menggunakan senjata tajam celurit, kini menjalani perawatan medis.

Dari keterangan saksi, polisi mendapat informasi, jika korban pernah melakukan komunikasi melalui pesan text whatsapp dengan pacar pelaku.

Komunikasi WA ini membuat pelaku menjadi cemburu buta. S dan R lalu membuat janji untuk bertemu di suatu tempat.

“Saat S datang, R langsung melakukan serangan menggunakan senjata tajam,” kata Kompol Dali, Rabu (1/6/2022).

Akibat dari penganiayaan yang dilakukan pelaku dengan clurit ini, korban mengalami luka sobek dibagian pinggang, luka sobek di sikut tangan bagian kiri dan luka sobek di jari tangan.

“Kami lakukan upaya selamatkan nyawa korban dengan membawanya ke Puskesmas Rumpin. Kondisi korban mengeluarkan banyak darah akibat luka terbuka,” ujar Kapolsek.

Petugas lalu melakukan pengejaran setelah mendapat identitas pelaku. R yang berupaya menghindar dari polisi dalam pelariannya ditangkap petugas.

Saat diperiksa di kantor polisi, R mengaku dirinya melakukan aksi kriminal ini, karena menaruh rasa cemburu ke pelaku yang melakukan komunikasi WA dengan pacarnya.

“Sementara diketahui motif pelaku ialah cemburu buta karna pacarnya sempat melakukan komunikasi melalui pesan whatsapp dengan korban,”kata Kapolsek Rumpin Kompol Dali Saputra.

Atas perbuatannya, pelaku diancam dengan Pasal 351 KUHP pidana penjara 5 tahun. (yopi/sir)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *