oleh

Banjir di Jaktim dan Jaksel, Gubernur Pramono: Kiriman Air dari Bogor Berkurang Berkat Waduk Ciawi dan Sukamahi

JAKARTA –  Gubernur Daerah Khusus Jakarta (DKJ) Pramono Anung sejak tadi malam hingga hari ini memantau  lokasi banjir di sejumlah kawasan di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Tujuannya untuk memastikan agar jajarannnya melakukan penanggulangan dan penanganan bencana sesuai tugas pokok dan fungsi ( tupoksi).

“Saya dari kemarin malam sampai tadi pagi memantau sejumlah kawasan yang tengah dilanda banjir maupun genangan,” kata Gubernur Pramono usai melakukan rangkaian pemantauan kawasan banjir di Jakarta, Senin (3/3). Selain memantau lapangan, Pramono juga mengecek kesiapan sejumlah instansi terkait untuk menjalankan tupoksinya.

“Saya minta instansi terkait untuk memberikan layanan masyarakat terutama yang berada di pengungsian. Pastikan kebutuhan makanan dan kesehatan terjamin baik,” tegas Pramono yang selalu koordinasi dengan BPBD, Dinas SDA,  Dinas Sosial, dan  Satpol PP.

Sejak semalam, ia telah berkoordinasi dengan seluruh dinas terkait untuk memastikan penanganan banjir berjalan optimal, terutama di bulan Ramadan. “Meskipun banjir saya tetap merasa bersyukur karena tidak separah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jadi saya dari tadi malam memantau mengenai banjir kiriman ini dan saya bersyukur stakeholder atau dinas terkait sejak awal sudah mempersiapkan diri. Baik itu urusan sosial, urusan sumber daya alam dan juga hal yang berkaitan karena ini kan bulan puasa,” ujar Pramono.

Menurutnya, banjir kiriman yang terjadi saat ini telah berkurang signifikan berkat pembangunan Waduk Ciawi dan Sukamahi di Kabupaten Bogor. Dengan adanya dua waduk besar di Bogor yang dibangun Pemprov Jakarta sangat bermanfaat mengurangi banjir kiriman dari daerah penyangga. “Sebagian curah hujan deras di Bogor tertahan di kedua waduk tersebut sehingga kiriman menuju Jakarta jadi jauh berkurang,” paparnya.

Diakuinya bahwa hujan tadi malam ditambah kiriman air dari tetangga mengakibatkan banjir di sejumlah kawasan, terutama di Jakarta Timur dan Selatan. “Berdasarkan laporan yang  saya terima, kondisi banjir saat ini pun sudah mulai surut di beberapa tempat,” ungkap Pramono. Meski demikian, ia meminta semua pihak agar tetap waspada dan siap mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan, terutama selama bulan Ramadan ini. “Tadi pagi saya juga dengar laporan dari Pak Sekda dan kepala dinas serta wali kota terkait bahwa sekarang ini mulai penyurutan,” tambah dia.

Untuk mengatasi banjir lokal, sambung Pramono, Pemprov  Jakarta akan terus melakukan pengerukan saluran air dan mengaktifkan kembali sumur resapan. Upaya ini akan terus dilakukan untuk meminimalisir  banjir. “Kita sudah mulai pengerukan di mana-mana. Sumur resapannya kita fungsikan kembali, sehingga itulah yang harus dilakukan,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemprov Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung  membantu penyintas genangan di Jakarta Timur. Kepala Pelaksana BPBD DKJ, Isnawa Adji mengatakan, bantuan makanan siap santap telah didistribusikan untuk santap sahur warga. “Hingga pukul 08.25 WIB genangan di wilayah RW 04, 05, 07 dan RW 08, Kelurahan Kampung Melayu dilaporkan sudah berangsur surut dibandingkan saat dini hari,” pungkasnya. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *