oleh

Bangli Bertengger di Bantaran Hijau dan Saluran Air Jalan Gunung Sahari 7A, Pemprov Jangan ‘Tutup Mata’

POSKOTA.CO – Waduh, Bangunan Liar (Bangli) komersil bertengger di kawasan, Jalan Gunung Sahari 7A Gunung Sahari Utara (GSU), Sawah Besar, Jakarta Pusat dibiarkan beranak pinak hingga bertahun-tahun. Meski begitu, para pejabat teras dilingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta enggan berkomentar saat diinformasikan terkait Bangli berdiri di atas bantaran jalur hijau dan saluran air di kawasan ini.

Pantauan dilapangan keberadaan Bangli komersil tersebut diantaranya, berupa tempat usaha seperti, bengkel motor, furniture, warung makan serta bangunan yang dijadikan rumah tinggal dan lain-lain.

“Memang lain dulu lain sekarang. Kalau di zaman Gubernur Ahok, Bangli seperti itu sudah dibongkar-bongkarin. Para pejabat teras Pemprov pada diem bae kerjanya. Padahal saat ini sudah memasuki musim penghujan ekstrem, coba saja lihat Bangli itu bikin kumuh dan semrawut. Selain itu, saluran air banyak tanah,” ungkap Rahmat (53) warga Sawah Besar, Jumat (19/11/2021) sore.

Sebelunnya, Kepala Suku Dinas (Kasudin) Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat, Mila Ananda saat ditanya keberadaan jalur hijau yang berubah fungsi menjadi Bangli melalui telepon tidak bisa menjawab.

Sementara itu, Tokoh masyarakat Jakarta Pusat, Budi mengaku miris, lantaran pejabat Pemprov DKI Jakarta pada lemes dan loyo karena lelah dalam penanganan pandemi corona. “Bangli yang berdiri di atas bantaran jalur hijau maupun di saluran air itu semestinya jangan dibiarkan bertambah banyak karena, nantinya sulit dibongkar. Terlebih, keberadaan Bangli itu menutupi saluran air hingga bertahun-tahun. Harusnya ditertibkan Pemprov jangan tutup mata ini sudah masuk musim penghujan,” tandasnya. (van)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *