oleh

Anggota Fraksi PDIP: Kasus Beras Bantuan Tak Layak Konsumsi Sebuah Penghianatan

POSKOTA. CO – Bantuan beras seberat 30 Kg/KK yang dikeluhkan masyarakat Kabupaten Bogor, karena tidak sesuai dengan yang dianggarkan, terus diselidiki anggota DPRD Kabupaten Bogor.

Bantuan rutin beras bagi masyarakat Kabupaten Bogor melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkab Bogor yang tidak layak untuk dikonsumsi, menurut wakil rakyat dari PDI Perjuangan, merupakan sebuah penghianatan.

Atas temuan beras menir yang menyebar di hampir semua kecamatan dan desa, anggota DPRD Kabupaten Bogor akan terus mendorong penyelewengan bantuan beras yang bersumber dari uang APBD Kabupaten Bogor ini ke ranah hukum.

 

Robinton Sitorus, wakil rakyat asal banteng moncong putih ini menegaskan, bantuan beras yang diterima merupakan beras menir yang jika dikalkulasi secara harga yang di anggarkan, sangat tidak sinkron.

Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PDI Perjuangan ini menegaskan, jika dirinya bersama beberapa temannya sudah melakukan sidak ke beberapa desa dan kecamatan.
Bahkan saat berada di Desa Sumur Batu, ia kembali menemukan beras bantuan yang tidak layak.

Saat ramai pemberitaan terkait beras menir, beras bantuan yang diterima masyarakat, ada satu desa yang warganya kembali mendapat bantuan dengan beras berkualitas bagus.

Terjadinya pergantian beras menir ke beras kualitas bagus ini menurut Irianto, menandakan bahwa Dinas Perindustrian Kabupaten Bogor secara tak langsung telah mengakui adanya praktek yang tidak normal.

Irianto, aktifis yang menyoroti khusus bantuan beras menir ini bahkan menanyakan, logo Tohaga pada karung beras yang dibagikan ke rakyat.

“Sejak kapan Tohaga dapat lisensi untuk membuat karung dengan brand dia. Jika benar dia dapat brand itu, maka di pertanyakan mulainya kapan. Kalau begitu harus ada pajak dong dari logo Tohaga di karung tersebut. Setau saya Tohaga ini BUMD milik Pemkab Bogor dengan nama Perumda Pasar Tohaga,” katanya.

Kembali ke Robinton, wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) 1 Kabupaten Bogor ini menuturkan, ketika beras bantuan tahap ke tiga ini ramai dipersoalkan, karena kualitasnya rendah, pihaknya langsung mendatangi gudang beras Bulog yang di Cianjur dan Sukabumi.

Dari pertemuan dengan Rahmad, Kepala Regional Cianjur, didapat informasi, jika Bulog saat penyaluran beras tahap pertama dan kedua merupakan beras yang di pasok oleh Bulog.

Namun pada penyaluran tahap ke tiga sekarang yang dikeluhkan masyarakat, beras tersebut bukan merupakan beras Bulog.

“Kami hanya dua kali. Kalau yang ke tiga ini, bukan beras dari kami,”kata Robinton mengulangi pernyataan Rahmat saat memberikan keterangan ke wartawan Kamis (4/1/2021).

Politisi banteng moncong putih ini menegaskan, dengan kualitas beras yang diterima masyarakat dengan anggaran yang di alokasikan, terjadi margin yang cukup besar.

“Harga beras medium saat ink di kisaran Rp9.375/Kg. Sementara yang kami anggarkan itu Rp10.550/Kg. Harusnya alokasi anggaran yang besar, kualitas beras semakin bagus, bukan seperti yang masyarakat terima sekarang. Ini margin nya sangat besar,”ujar Robinton.

Bagi Robinton, ditengah masa sulit akibat pandemi Covid 19, pemerintah seharusnya peka dengan kesulitan rakyatnya dan bukan sebaliknya memanfaatkan derita rakyat.

Beras menir dengan kualitas rendah ini jika ditaksir berkisar di harga Rp6.500/Kg, maka ada selisih angka yang signifikan jika di komperasi dengan Rp10.550/Kg harga beras bantuan yang di anggarkan pemerintah bersama dewan.

“Ada selisih Rp4.050/Kg. Jika di kali 30 Kg sesuai dengan anggaran yang di alokasikan bagi tiap KK maka, ada selisih Rp121.500. Ini baru 1 KK,”ujarnya sambil menambahkan untuk bantuan beras ini, ada alokasi anggaran mencapai Rp63 miliar.

Hasil temuan di beberapa desa, diakui Robinton, jika beras yang disalurkan ke masyarakat, menir nya mencapai 40 persen ini harus ada kejelasan dari Kadis Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bogor, Nurhadi sebagai pengguna anggaran.

“Pak Nurhadi harus menjelaskan secara transparan alokasi beras bagi masyarakat yang anggarannya mencapai puluhan miliar ini,”tegas Robinton. (yopi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *