oleh

Kesemrawutan Depan TK Ismile Disorot Politisi Wahyu Dewanto, DPM-PTSP DKI Panggil Semua Pihak Guna Cari Solusi

JAKARTA – Aduan warga terkait keluhan terhadap aktivitas Ismile Preshool Permata Hijau Jakarta Selatan, mendorong Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP DKI Jakarta mengundang sejumlah pihak terkait. Pertemuan tersebut guna mencari solusi terhadap kemacetan akibat aktivitas antar-jemput sekolah anak dari Kelompok Belajar dan TK Ismile.

Pertemuan yang berlangsung antara lain dihadiri tiga orang perwakilan Ismile Preschool, Sudin Pendidikan Jaksel, Sudinhub Jaksel, Sudin PTSP Jaksel, Sudin Citata, Lurah Grogol Utara, dan lainnya. Pertemuan tersebut dipimpin Kepala Bidang Pelayanan 1 DPM-PTSP Devi Lesmana di gedung Mal Pelayanan Publik DPM-PTSP DKI Jakarta di Jl Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (1/9).

Keluhan mengenai kemacetan di TK Ismile yang berlokasi di Jl Limo, Kelurahan Grogol Utara disebut telah berlangsung cukup lama. Kondisi jalan yang relatif sempit membuat antrean kendaraan mudah terjadi ketika kendaraan berhenti terlalu lama di sekitar akses sekolah.

Berdasarkan pertemuan tersebut Devi mengungkapkan bahwa pembahasan berlangsung dan menemukan solusi. “Pihak sekolah menyatakan kesiapannya untuk melakukan sejumlah penyesuaian. Salah satunya dengan mengatur kedatangan siswa secara bertahap. Jadwalnya diatur sedemikian rupa untuk mengurangi antrean kendaraan yang mengantar jemput anak,” papar Devi.

Sistem drop-off nantinya tidak dilakukan secara bersamaan. Siswa akan dibagi ke dalam beberapa kelompok waktu, sehingga kendaraan tidak menumpuk pada satu waktu di depan sekolah. “Jadi drop-off-nya tidak boleh dalam satu waktu. Nanti dibagi beberapa segmen waktu, sehingga tidak membuat antrean panjang,” ujarnya.

Selain itu, pihak guru juga akan proaktif menjemput anak didik yang turun dari mobil agar kendaraan tidak terlalu lama ngetem. Kepolisian juga akan dilibatkan dalam pengaturan lalu lintas pada waktu-waktu tertentu.

Pemerintah juga mendorong adanya kerja sama dengan pihak PT Pharos yang berada di sekitar lokasi. Perusahaan obat tersebut memiliki area parkir yang cukup luas dan berpotensi bisa dimanfaatkan sebagai lokasi parkir maupun drop-off alternatif. “Seluruh kesepakatan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan atau komitmen tertulis dari pihak Sekolah Ismile. Surat itu akan menjadi acuan dalam pelaksanaan dan evaluasi apabila persoalan kemacetan kembali muncul,” tegas Devi.

Sementara itu, perwakilan dari sekolah menyatakan bahwa pihaknya mengikuti arahan dari pimpinan DPM-PTSP. “Jadi, hasil rapat tadi akan kami bahas secara internal dan langsung diterapkan di lingkungan sekolah dalam aktivitas sehari-hari,” ujar salah satu perwakilan yang tidak mau disebut namanya.

Sebagaimana diketahui, kesempatan lalulintas di depan Sekolah Ismile sering diproses warga, terutama pada jam masuk dan pulang sekolah. Wahyu mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan pengecekan, apakah sekolah tersebut memiliki Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin). “Sebab sudah lama warga bersabar gara-gara aktivitas sekolah tersebut,” tegas politisi Partai Gerindra. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *