KEPULAUAN SERIBU – Guna menciptakan data administrasi kependudukan yang lengkap dan akurat petugas Sudin Dukcapil Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta memaksimalkan program layanan tanpa batas. Pelayanan jemput bola itu dilakukan petugas dengan cara menyeberangi antarpulau.
Tiap orang yang berada di wilayah Kepulauan Seribu mereka adalah penduduk kepulauan, maka wajib didata dan dilayani dengan baik oleh petugas Dukcapil. “Kali ini petugas selusuri kampung ke kampung termasuk pulau terpadat di Kepulauan Seribu seperti Pulau panggang dan lainnya,” kata Kepala Seksi Data Informasi dan Pengawasan Sudin Dukcapil Kepulauan Seribu Angga Noviar, Jumat (31/7).
Angga mengatakan pihaknya senantiasa membantu permasalahan adminduk bagi masyarakat melalui konsultasi dan edukasi warga (Konsultasi adminduk) serta aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang rutin dilaksanakan setiap saat di wilayah kepulauan. “Kami menciptakan program layanan tanpa batas (Lantas) yang merupakan program unggulan dari Kepulauan Seribu pada pertengahan tahun 2026,” jelas Angga.
Melalui program ‘Lantas Samudera’ layanan tanpa batas cukup efektif dalam memberikan layanan prima bagi warga kepulauan. “Indikator keberhasilan petugas terlihat berdasarkan hasil rekapitulasi aktivasi capaian IKD di wilayah pulau. Saat ini kepemilikan IKD warga Kepulauan seribu sebesar 74% dari 21.0345 warga wajib KTP, dengan rincian wajib KTP (WKTP) Kecamatan Seribu Utara 12.251 sedangkan di Kecamatan Seribu Selatan sebesar 8.784 jiwa,” paparnya.
Secara nasional hingga saat ini Sudin Dukcapil Kepulauan Seribu menjadi yang terbaik berdasarkan cakupan kepemilikan identitas kependudukan digital (IKD) sebesar 74% dilanjutkan oleh Kabupaten Wonogiri serta peringkat ke tiga dari Kota Magelang.
Sebagai informasi bahwa program Lantas Samudera merupakan inovasi andalan yang merupakan gabungan dari inovasi Dukcapil Guru Tamu, Inovasi Seribu Pulau Satu Data serta Inovasi Jemput Bola. “Sehingga dalam kegiatan Lantas Samudera terdapat edukasi, pendataan non-permanen serta strategi jemput bola yang disatupadukan sehingga tercipta program yang lebih efektif, lengkap, dan dapat menciptakan masyarakat sadar adminduk sehingga petugas dapat memberikan layanan terbaik dan membahagiakan bagi warga kepulauan,” tandas Angga.
Data tersebut menjadi dasar untuk memastikan seluruh warga yang beraktivitas di Kepulauan Seribu memiliki dokumen kependudukan yang sesuai. Masyarakat dapat memantau data jumlah pendatang secara transparan melalui dasbor resmi ‘dariku untukmu’ milik Dinas Dukcapil DKI Jakarta. (jo)








Komentar