JAKARTA – Guna memastikan warga Kepulauan Seribu lebih tertib administrasi, Sudin Dukcapil Kabupaten Kepulauan Seribu menggelar Layanan Tanpa Batas (Lantas Samudera). Petugas selama dua hari berkekiling ke sejumlah pulau untuk memberikan layanan administrasi kependudukan (Adminduk) kepada warga Teluk Jakarta yang terpencil di balik pulau.
Kasudin Dukcapil Kabupaten Kepulauan Seribu Raditya Wirawan menyatakan kegiatan monitoring kali ini untuk menghadirkan pelayanan publik yang inklusif, responsif, dan tanpa hambatan geografis bagi seluruh warga pesisir. Melalui payung besar inovasi Lantas Samudera, petugas memberikan layanan Adminduk dari pulau ke pulau.
“Program Lantas Samudera merupakan satu kesatuan utuh dari seluruh inovasi yang kami jalankan seperti Dukcapil Guru Tamu, Seribu Pulau Satu Data, dan Pagi Samudera,” kata Raditya saat memimpin layanan jemput bola Lantas Samudera di enam pulau, Jumat (21/8).
Menurutnya setiap kegiatan pelayanan terus berkelanjutan. Keseluruhannya bukan sekadar kegiatan yang berdiri sendiri, melainkan pilar-pilar pelengkap yang bermuara pada kesempurnaan sebuah inovasi. “Melalui Lantas Samudera, kami memastikan tidak ada satu pun warga Kepulauan Seribu yang terhambat atau terabaikan hak sipilnya hanya karena kendala lautan,” tandas Raditya.
Sejak Kamis pagi hingga hari ini secara marathon tim Sudin dan Dinas melakukan kegiatan monitoring di enam kelurahan dan loket Kabupaten yang berada di Kepulauan Seribu yaitu Pulau Untung Jawa, Lancang, Tidung, Panggang, Kelapa, Harapan, dan Pramuka sebagai pusat pemerintahan kabupaten.
Sebelumnya petugas telah melakukan sosialisasi kegiatan itu sekaligus mengimbau seluruh warga agar datang dan hadir langsung di lokasi pelayanan jemput bola. “Kami menjamin layanan kependudukan dan pencatatan sipil seluruhnya gratis dan kami memastikan jika dokumen persyaratan lengkap dan dianggap valid maka petugas wajib untuk menyelesaikan dengan cepat menerbitkan dokumen sesuai peruntukan dan kebutuhan,” jelas Raditya.
Sekertaris Dinas Dukcapil DKI Jakarta M. Nurrahman mengungkapkan dirinya ikut hadir dalam Layanan Dukcapil Guru Tamu di SMA 69 Pulau Pramuka untuk memastikan pelayanan berjalan baik. “Kami telah menyisir seluruh sekolah-sekolah di Kepulauan Seribu, dan ini sangat penting dalam membentuk SDM tangguh serta warga tertib adminduk. Program Dukcapil Guru Tamu juga memberikan layanan konsultasi kependudukan, perekaman KTP pemula bagi siswa dan bagi guru di lingkungan sekolah,” ungkapnya.
Menurut Nurrahman, bertugas di kepulauan merupakan tantangan besar, bukan hanya soal jarak dan letak geografisnya, tetapi juga risiko perjalanan lautnya yang perlu perhitungan matang sebelum menyeberang. “Termasuk biaya dan ketersediaan transportasi antar pulaunya,” tandas pria yang akrab dipanggil Cak Nur. (jo)








Komentar