oleh

Sinergi Tiga Pilar Perempuan: Kowani, PIM, dan PPMI Bersatu Perkuat Pelestarian Kebaya, Hukum dan Ekonomi UMKM

​JAKARTA – Gerakan pemberdayaan perempuan Indonesia mencatatkan langkah strategis lewat kolaborasi lintas organisasi antara Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Perkumpulan Perempuan Indonesia Maju (PIM), dan Perkumpulan Perempuan Minang Indonesia (PPMI). Mengusung semangat kebersamaan, ketiga lembaga menggelar perhelatan Festival Merah Putih yang menyajikan Parade Kebaya Merah Putih, talkshow edukasi, hingga fashion show lintas generasi di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Minggu (23/8/2026).

​Sejumlah tokoh dan pimpinan organisasi hadir mengawal jalannya perhelatan, antara lain Ketua Umum Kowani Nannie Hadi Tjahjanto, S.H., Ketua Umum PIM Lana T. Koentjoro, S.H., M.Kn., Ketua Umum PPMI Bundo Suherni Syam, Pembina DPP PIM Tantri Relatami, Rektor UNIPI sekaligus Dewan Pembina DPP PIM Prof. Dr. Francisca Sestri, Dewan Pengawas DPP PIM Soraya Togas, serta Ketua Umum BPP HIPMI Womenpreneur Aisyah Melissa Hamid.

​​Sebagai pimpinan induk organisasi perempuan tertua dan terbesar di Indonesia, Ketua Umum Kowani Nannie Hadi Tjahjanto, S.H., menekankan bahwa kunci utama kemajuan gerakan perempuan terletak pada sinergi tanpa sekat. Kowani terus konsisten mengarahkan seluruh elemen jaringan perempuan untuk aktif mengadakan kegiatan bersama yang berdampak nyata bagi masyarakat luas.

​”Kowani mengajak seluruh organisasi serta elemen perempuan di Indonesia untuk terus bersatu dan berkolaborasi. Melalui gerakan kebersamaan seperti Parade Kebaya dan Festival Merah Putih ini, kita tidak hanya memperkuat persatuan dan kualitas sumber daya manusia perempuan, tetapi juga memastikan warisan budaya bangsa terus lestari dan diwariskan secara kokoh kepada generasi muda,” tegas Nannie Hadi Tjahjanto.

Kowani menegaskan bahwa pelestarian kebudayaan nasional, seperti pengusulan kebaya dan tempe menuju pengakuan UNESCO, harus berjalan seiring dengan program penguatan ketahanan keluarga dan ketahanan ekonomi berbasis UMKM.

​Ketua Umum PIM Lana T. Koentjoro, S.H., M.Kn., menyambut langsung arahan Kowani dengan merealisasikan program kerja terpadu. PIM memadukan parade budaya dengan penyediaan infrastruktur pendukung bagi kaum perempuan, mulai dari pendampingan hukum hingga ekosistem digital.

​”Alhamdulillah, atas arahan Ketum Kowani Ibu Nannie Hadi Tjahjanto, kita bisa menyelenggarakan Festival Merah Putih bersama Kowani dan PPMI. PIM mengintegrasikan perayaan ini dengan aksi nyata: menghadirkan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PIM khusus pelindungan perempuan dan anak, serta meluncurkan website resmi baru PIM guna mempermudah akses informasi, promosi UMKM, dan penguatan jaringan secara nasional,” papar Lana.

​Sementara itu, Ketua Umum PPMI Bundo Suherni Syam memberikan apresiasi atas kepemimpinan PIM dan Kowani dalam membuka ruang kerja sama yang inklusif.

“Inilah kolaborasi yang sangat indah dan cantik. Terima kasih kepada Ibu Nannie dan Ibu Lana yang telah memberikan warna baru untuk kita bersatu. Kaum perempuan kalau bersatu, kita akan kuat. Melalui festival ini, jaringan UMKM perempuan di bawah naungan PPMI juga turut dilibatkan untuk diangkat derajat ekonominya secara nyata,” tuturnya.

  • ​Pelestarian Budaya Lintas Generasi: Penyelenggaraan Parade Kebaya Merah Putih yang melibatkan peserta dari tingkat sekolah dasar, remaja, hingga dewasa untuk menanamkan kecintaan budaya sejak dini.
  • ​Penguatan Ekosistem UMKM Perempuan: Integrasi promosi produk UMKM anggota Kowani, PIM, dan PPMI melalui platform digital dan pameran bersama.
  • Advokasi dan Pelindungan Hukum: Pengoperasian Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PIM guna memberikan pendampingan serta bantuan hukum legal bagi perempuan dan anak.
  • ​Integrasi Digital: Optimalisasi portal web resmi PIM dan jejaring media sosial organisasi sebagai sarana edukasi, literasi, dan konsolidasi program nasional. (*/aga)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *