JAKARTA — TNI Angkatan Laut kembali membuktikan komitmennya menjaga garis depan kemanusiaan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Untuk kesekian kalinya, dua armada perang—KRI dr. Soeharso-990 dan KRI Hiu-634—diterjunkan membelah ombak demi mengantar lebih dari 33 ton bantuan susulan bagi warga terdampak bencana di wilayah Flores, Jumat (21/8/2026). Bantuan berulang ini menegaskan peran vital jalur laut sebagai urat nadi distribusi logistik skala besar di daerah kepulauan.
KRI dr. Soeharso-990 di bawah komando Letkol Laut (P) Ivan Halim kembali merapat di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, memuntahkan 30,19 ton bahan pangan dan perlengkapan penunjang. Pengiriman intensif ini terus dipacu guna mengakselerasi pemulihan warga sesuai instruksi Presiden RI Prabowo Subianto.
Penyaluran muatan skala besar oleh kapal bantu rumah sakit ini difokuskan untuk memperkuat stok logistik daerah yang makin menipis pascabencana. Tak sekadar menurunkan barang, tim medis dan personel di atas KRI dr. Soeharso-990 juga bersiaga mendukung penanganan darurat, memastikan bantuan fisik serta dukungan taktis langsung menyentuh titik-titik pengungsian terdekat di Manggarai.
Di titik lain, KRI Hiu-634 yang berada di bawah BKO Gugus Tempur Laut Koarmada II kembali menusuk ke wilayah terisolasi di Pulau Riung.
Menyinergikan misi Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 bersama Bank Indonesia dan Dinas Kesehatan Provinsi NTT, kapal cepat rudal ini menyalurkan 3,1 ton sembako serta layanan kesehatan bagi korban gempa Flores.
Kolaborasi lintas sektor di atas KRI Hiu-634 ini membuktikan efektivitas operasi manunggal di kawasan terpencil. Selain memastikan keandalan pasokan pangan dan obat-obatan, pergerakan kapal ini menjamin stabilitas ekonomi serta pelayanan kesehatan dasar tetap menjangkau masyarakat pulau-pulau terluar yang terisolasi akibat guncangan gempa. Penyerahan bantuan yang terus berlanjut ini menjadi bukti nyata kesiapsiagaan tempur dan kemanusiaan prajurit matra laut.
Sejalan dengan penekanan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, armada TNI AL dipastikan akan terus hadir menyokong masyarakat NTT hingga kondisi benar-benar pulih. (aga/in)








Komentar