oleh

Satgas Bersama Kementerian Desa Koordinasi Bentuk Posko Covid-19

POSKOTA.CO – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 bersama kementerian terkait sudah melakukan rapat koordinasi dengan lurah dan kepala desa se-Indonesia. Rapat berlangsung di Gedung Graha Badan Nasional Penganan Bencana (BNPB) Jakarta pada Rabu (3/2/2021).

Rapat membahas pembentukan Posko Tangguh Covid-19 untuk menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta penangangan pandemi Corona hingga ke tingkat terkecil.

“Satgas di pusat bersama kementerian terkait akan memimpin koordinasi rutin seluruh posko secara nasional,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, Rabu (4/2/2021).

Diharapkan, adanya bantuan pemerintah daerah dan masyarakat, Posko Covid-19 akan menjadi ujung tombak penanganan Covid-19 di daerah dan menjaga keberlangsungan upaya penekanan kasus Covid-19. “Posko Covid-19 bisa menekan angka penularan Covid-19,” ujarnya.

Menurut Wiku, perkembangan penanganan Covid-19, per hari ini ini angka kasus aktif sudah mencapai 175.236 kasus, dan angka kesembuhan sudah meningkat di atas 900 ribu. Diharapkan ke depan adanya Posko Covid-19 sampai ke desa desa, pemerintah daerah bisa terus meningkatkan penanganan Covid-19 serta lebih mampu mengendalikan penularan di daerahnya. “Ke depan secara nasional, Covid-19 bisa terkendali dengan baik,” tegas Wiku Adisasmito.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Taufik Majid menegaskan, kementeriannya mendukung dibentuknya Posko-Posko Tangguh Covid-19 di tingkatan desa dan Desa Tangguh Covid-19.

Bukan hanya itu, Kementerian Desa melalui Tim Sapa Desa terus menjalin komunikasi setiap hari dengan seluruh kepala desa terkait penanganan Covid-19 di tingkatan desa.

“Kementerian Desa mendukung sepenuhnya upaya dan keputusan bersama. Mulai hari ini kita akan melakukan sosialiasi kepada seluruh desa,” ujar Taufik.

Dijelaskan, sekarang ada tiga agenda aksi yang dilakukan Kementerian Desa. Pertama, saat ini sudah ada lebih dari 56 ribu desa mendirikan posko yang harus dijaga dan dipertahankan posko, sebagai bagian dari kerja relawan desa lawan Covid-19

Kedua, mengeluarkan surat edaran meminta semua warga desa secara ketat menerapkan protokol kesehatan di dalam tatanan kehidupan baru di desa. Pelaksanaan proyek pembangunan di desa agar mengedepankan protokol kesehatan 3M memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Ketiga, meminta seluruh warga desa merawat dan memelihara ruang-ruang isolasi yang telah dibangun pada tahun 2020. Langkah ini perlu dilakukan untuk persiapan apabila ada kondisi kedaruratan di desa.

Dalam penanganan Covid-19 dilaksanakan dengan asas gotong-royong. “Kita bahu membahu, berkoordinasi dengan baik, gotong royong, kita tanggap terhadap Covid-19,” ujarnya.

Taufik berharap seluruh warga desa mendukung apa yang dilakukan pemerintah dan termasuk pemerintah desa. Semua pihak diminta bisa mengaktifkan kembali, menjaga kembali dan mempertahankan posko-posko di desa melalui relawan yang sudah terbentuk selama ini. (omi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *