oleh

Tiga Jurus Jitu Pemerintah untuk Kendalikan Pandemi Covid-19

POSKOTA.CO – Adalah tiga jurus jitu yang dilakukan pemerintah dan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 untuk mengendalikan pandemi Covid-19. Untuk memutus penyebaran Covid-19, pemerintah tidak hanya mengimbau agar displin 3M, tetapi juga memaksimalkan tindakan 3T juga sudah memvaksinasi 1 juta lebih tenaga kesehatan.

Meningkatkan displin menjalankan Protokol Kesehatan (prokes) 3M atau (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak). Kemudian memaksimalkan tindakan 3T (testing, tracing dan treatment) jadi kunci utama menekan penyebaran virus Corona. Selain itu, intervensi kesehatan melalui vaksinasi demi mencapai kekebalan kelompok dengan target sasaran 181,5 juta penduduk.

Meski belum merata, namun Indonesia kini memiliki 630 laboratorium pemeriksa tes PCR. “Bahkan, WHO sendiri sudah merekomendasikan screening menggunakan tes rapid antigen untuk mendiagnosis Covid-19,” kata dr Siti Nadia Tarmizi, dalam Dialog bertema “3M+3T Jurus Jitu Atasi Pandemi” yang diselenggarakan KPCPEN dan ditayangkan langsung di YouTube FMB9ID_IKP.

Tujuan penggunaan tes rapid antigen guna membantu secara cepat mendeteksi penularan dan dengan begitu pemerintah bisa dengan cepat menelusuri kontak-kontak pasien.

“Kasusnya bisa ditemukan lebih dini dan penanganan juga bisa dilakukan lebih dini. Dengan rapid antigen, apabila hasilnya positif seharusnya sudah bisa melakukan isolasi mandiri, sambil menunggu hasil tes PCR,” ujar dr Siti Nadia, Junat (12/2/2021).

Dalam proses pelacakan menurutnya sangat membutuhkan kerja sama dengan masyarakat. Karena itu masyarakat diminta mengingat siapa saja orang yang pernah kontak dengan dirinya.

“Keterbukaan masyarakat juga diperlukan saat pernah melakukan kontak dengan pasien positif, sehingga mau melakukan tes,” tambahnya.

Sebenarnya, lanjut dr Siti, 3M dan 3T ini saling berhubungan dan berkesinambungan. Maka 3M dan 3T serta vaksinasi ini harus dilakukan bersama.

Sementara ahli epidemiologi FKM UI, dr Syahrizal Syarif MPH, PhD mengatakan, WHO menyetujui tes rapid antigen sebagai alat diagnosis dalam keadaan tertentu, sensitivitasnya juga di atas 80 persen dan spesivitas di atas 97 persen.

“Saya mendukung langkah pemerintah memberlakukan tes rapid antigen sebagai alat diagnostik. Situasi ini memang akan meningkatkan laporan kasus, namun seperti kata Menteri Kesehatan, kita jangan panik kasus harian kita nanti meningkat,” kata dr Syahrizal Syarif.

Strategi melakukan tes dengan lebih cepat itu sangat bagus, sebab kalau tidak menemukan kasus secepat mungkin maka wabah tidak cepat bisa dikendalikan. Kuncinya bukan sekadar puskesmas memiliki tes rapid antigen, tapi bagaimana puskesmas juga mampu menelusuri kontak dengan baik.

Masyarqkat diimbau, dalam situasi seperti ini, masyarakat tetap harus mengikuti protokol 3M, terutama untuk kerumunan penting sekali kita hindari. Pemerintah kita tentunya memperkuat 3T, selain kita juga harus mengikuti langkah-langkah pemerintah terutama pada saatnya nanti, masyarakat harus siap vaksinasi,” tutupnya.

Sementara update informasi kasus Covid-19 dari 510 kabupaten/kota di 34 provinsi wilayah Indonesia yang diperoleh Satgas Covid-19, hingga Jumat (12/2/2021) pukul 12.00 WIB. Tercatat jumlah total penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dan pasien sembuh serta meninggal adalah:

  • Pasien positif +9.869, jumlah total 1.201.859 orang.
  • Pasien sembuh +11.000, jumlah total 1.004.117 orang.
  • Pasien meninggal +275, jumlah total 32.656 orang.

Sedang update informasi data dari fasilitas kesehatan di 267 kelurahan yang telah dilaporkan Pemprov DKI ke Kementerian Kesehatan RI pada Jumat (12/2/2021). Tercatat jumlah total kasus terkonfirmasi positif, pasien sembuh, pasien dirawat dan isolasi mandiri serta meninggal di wilayah DKI Jakarta adalah:

  • Pasien positif +3.810, jumlah total 310.039 orang.
  • Pasien meninggal +50, jumlah total 4.798 orang.
  • Pasien sembuh +5.757, jumlah total 284.579 orang.
  • Pasien dirawat +1.348, jumlah total 9.888 orang.
  • Isolasi mandiri -3.345, jumlah total 10.774 orang.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan, penambahan kasus positif dan pasien sembuh harus menjadi perhatian semua pihak, khususnya pemerintah daerah agar konsisten dan lebih maksimal menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Harus memastikan prokes 3M atau memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak atau menghindari kerumunan dilaksanakan dengan displin yang tinggi serta memaksimalkan tindakan 3T atau testing, tracing dan treatment. (omi)

 

 20 total views

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *