oleh

Reformasi Mental Pada Polri Penting

POLWAN MENGENDARAI MOGEPOSKOTA.CO – Seiring usia Polri ke 68 tahun, Polri dituntut untuk melakukan reformasi agar tidak mengalami keterlambatan oleh zaman, sebagai sosok pelayan, pengayom dan pelindung masyarakat.

Namun, kultur ditubuh Polri yang sudah mengakar tidak mudah untuk mengubah mental anggota Polri dengan cepat seperti apa yang diharapkan masyarakat.

“ Ada 3 ujung tombak reformasi Polri, dapat dimulai dari pertama SDM(sumber daya manusia), Diklat(pendidikan dan latihan), dan ketiga Humas(hubungan masyarakat),” kata Reza Indragiri Amriel selaku psikolog forensik dalam diskusi bertajuk ‘ 68 Tahun Polri Revolusi Mental Kepolisian Metropolitan’ yang diadakan Forum Wartawan Polri(FWP) di Balai Wartawan Polda Metro Jaya, Jumat(11/7).

Konsorsium Kompolnas Muhammad Nasser mengatakan, reformasi Polri sudah harus dilakukan, karena, kata Nasser, masih banyak petinggi Polri yang menolak untuk melakukan perubahan di tubuh polri, karena merasa sudah keenakan.

“Saya pernah didatangi Brigjen polisi ia mengatakan, sudah tidak perlu lagi ada reformasi di Polri.Kini, jenderal tersebut sudah menjadi kapolda,” ungkap Nasser.

Sementara itu, Ketua Presidum Indonesia Police Wacht (IPW) Neta S Pane berharap presiden terpilih nanti harus segera melakukan reformasi Polri.Terutama reformasi mental anggotanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *