oleh

Puluhan Guru TK Tertipu Wisata Bodong

Guru korban penipuan
Guru korban penipuan

POSKOTA.CO- Tercatat 56 guru taman kanak-kanak (TK) se- Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan menjadi korban penipuan berkedok biro wisata bodong. Penipuan yang diduga dilakukan M Akhdan dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Selasa(2/12).

” Saya sudah bertemu istri dan saudaranya, tapi mereka tak tahu menahu. Kasus ini bukan kali ini dilakukan,” kata Fadliyah salah seorang guru kepada wartawan usai membuat laporan polisi.

Laporan polisi yang tercatat LP/4426/XII/2014/PMJ/ Dit Reskrimum. Terlapor diancam melanggar Pasal 378 KUHP dan Pasal 372 KUHP tentang penipuan, pemalsuan surat dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara.

Kasus tersebut bermula ketika terlapor mendatangi sekolah korban TK Bunayya untuk menawarkan wisata ke gunung Bromo, pada September 2014. Dalam kesempatan tersebut, terlapor mengatakan biaya perorang berkisar Rp 600 ribu.

Hingga total guru yang mendaftar sekitar 56 orang.” Ia sempat meminta uang muka Rp 100 ribu per orang,” ungkap Fadliyah. Fadliyah menambahkan, para guru terperdaya dengan cara bicara dan brosur yang ditawarkan terlapor.

Dalam kegiatan tersebut disepakat keberangkatan melalui Stasiun Senen, Jakarta Pusat pada Kamis 27 November 2014 sekitar pukul15.15 WIB.Para guru yang akan berangkat dijanjikan dijemput dengan bus dari sekolah masing-masing.”Ada yang bawa anak juga, tapi nggak datang-datang bus nya. Dia juga tidak bisa dikontak, akhirnya kami semua berangkat ke stasiun Senen. Ternyata tidak ada yang booking satu gerbong,”pungkas Fadliyah.

Sadar menjadi korban penipuan, para guru menyambangi Stasiun Senen untuk menanyakan nama-nama mereka. Namun, dari pihak Stasiun Senen mengaku tidak ada jadwal keberangkatan ke Bromo.

Akhirnya, para guru sempat menyambangi kantor terlapor di Kreo, Ciledug, Tangerang, Banten.Disana terlapor tidak ada, bahkan, para korban sempat bertemu teman-teman terlapor, dan mengatakan tidak mengetahui keberadaannya.

Sejumlah teman terlapor sempat memberikan nomor telepon.” Saya sedang menjebak, katanya M. Akhdan juga sempat mengadakan kegiatan yang sama ke sekolah dasar(SD).Kita sedang memantaunya bila ada akan kita tangkap,” pungkas Fadliyah dengan nada kesal.(sapuji)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *