oleh

Penyesuaian Harga BBM Dampak Dari Kemacetan

Kondisi Lalulintas di Indonesia
Kondisi Lalulintas di Indonesia

OSKOTA.CO – Indonesia Traffic Watch (ITW) menilai kebijakan pengendalian konsumsi dan penyesuain harga bahan bakar minyak (BBM) merupakan bukti bahwa infrastruktur jalan dan transportasi umum di negeri ini masih sangat buruk. Sehingga berdampak pada pemborosan BBM akibat kemacetan yang luar biasa.

“ Buruknya infrastruktur jalan dan manajemen lalu lintas dan angkutan jalan memicu kemacetan tidak hanya berdampak pada kenaikan harga BBM, tetapi akan mengganggu perekonomian nasional,” kata Ketua Presidium ITW Edison Siahaan, Sabtu (2/8).

ITW berharap kebijakan pengendalian dan penyesuaian harga BBM harus disertai dengan pembangunan infrastruktur jalan dan transportasi umum yang aman, tertib,nyaman murah serta tepat waktu. Sehingga mendorong masyarakat untuk menggunakan angkutan umum yang kemudian bisa mengurangi pemakaian BBM.

Selain itu, Edison menilai kebijakan pengendalian dan penyesuaian harga BBM oleh pemerintah terkesan ‘banci’ karena dilaksanakan saat masyarakat sedang mudik merayakan hari raya 2014.

Tetapi tidak secara otomatis kebijakan tersebut akan bebas dari pro kontra yang bisa mengganggu aktifitas masyarakat yang sebagian besar menggunakan kendaraan bermotor. Oleh karena itu, pemerintah harus sangat hati-hati melaksanakan kebijakan, sehingga tidak menimbulkan masalah yang membuat kondisi lebih buruk.

Menurut Edison, pada hakekatnya lalu lintas dan angkutan jalan berperan penting dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan ekonomi nasional sebagai upaya mewujudkan kesejahteraan umum.

Anehnya, lalu lintas dan angkutan jalan di negeri ini justru menimbulkan berbagai masalah yang membebani masyarakat. “ Kebijakan soal BBM ini merupakan dampak keburukan sistim lalu lintas dan angkutan jalan yang tidak pernah bebas dari kemacetan, sehingga penggunaan BBM boros,” ujarnya.

ITW menyebut kondisi lalu lintas dan angkutan jalan di negeri ini sudah dalam katagori ‘gawat darurat’. Kerusakan jalan, jumlah kendaraan yang tidak terkontrol, dan kemacetan yang belum bisa diatasi oleh pemerintah, menjadi pemicu utama pemborosan BBM. Apabila kondisi ini terus dibiarkan akan menimbulkan permasalahan yang lebih buruk.

Bahkan, Edison mengingatkan, masalah lalu lintas dan angkutan jalan seakan memposisikan pemerintah seperti sedang ‘beternak konflik’ yang suatu saat bisa meledak menjadi kemarahan masyarakat terhadap pemerintah. “Jika tidak mau menjadi sasaran kemarahan rakyat, pemerintah harus melakukan upaya yang ekstrim untuk mewujudkan keamanan,keselamatan, ketertiban dan kelancaran (Kamseltibcar) lalu lintas dan angkutan jalan,” kata Edison

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *