oleh

Pejabat Ditjen Pajak Diperiksa KPK terkait Kasus Suap Pajak Bank Panin

POSKOTA.CO–Kasubdit Transaksi Khusus Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan Pajak Kementerian Keuangan, Wahyu Santoso diperiksa penyidik KPK. Statusnya sebagai saksi untuk mengusut dugaan suap terkait pemeriksaan pajak PT Jhonlin Baratama, PT Bank Panin dan PT Gunung Madu Plantations.

Penyidik KPK membutuhkan keterangan dari Wahyu Santoso guna melengkapi berkas penyidikan tersangka Angin Prayitno Aji. “Wahyu statusnya sebagai saksi,”  kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Senin (23/8/2021).

Dalam kasua ini penyidik KPK telah menetapkan enam tersangka kasus dugaan suap terkait pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017 pada Direktorat Jenderal Pajak. Para tersangka itu, yakni mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak, Angin Prayitno Aji, mantan Kepala Sub Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak, Dadan Ramdani.

Tersangka lainnya tiga konsultan pajak Ryan Ahmad Ronas,  Aulia Imran Maghribi (AIM) dan Agus Susetyo, serta seorang kuasa wajib pajak, Veronika Lindawati. Untuk dua mantan pejabat pajak ditetapkan sebagai penerima suap, tiga konsultan serta satu kuasa wajib pajak sebagai pihak pemberi suap.

KPK menduga, tersangka Angin Prayitno bersama-sama Dadan Ramdani diduga telah menyalahgunakan kewenangan. Keduanya melakukan pemeriksaan pajak tidak sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. Kuat dugaan keduanya diduga mengakomodir jumlah pembayaran pajak sesuai keinginan para wajib pajak.

Angin dan Dadan diduga telah menerima sejumlah uang dengan rincian yang diterima keduanya sebesar Rp15 miliar dari Konsultan Pajak Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi yang mewakili PT Gunung Madu Plantations (PT GMP), pada Januari-Februari 2018.

Selain itu, Angin dan Dadan diduga juga menerima uang sebesar 500 dolar Singapura dari kuasa wajib pajak PT Bank Panin, Veronika Lindawati pada pertengahan 2018. Uang 500 dolar Singapura yang diterima Angin dan Dadan merupakan fee dari total komitmen awal sebesar Rp25 miliar.

Hasil penyelidikan KPK, Angin dan Dadan diduga telah menerima uang dengan nilai total sebesar 3 juta dolar Singapura dari Agus Susetyo selaku perwakilan atau konsultan hukum PT Jhonlin Baratama.(Omi/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *