oleh

NASIB AKBP IDHA ENDRI NUNGGU KEPUTUSAN POLISI MALAYSIA

Kapolda Kalbar Brigjen Arief
Kapolda Kalbar Brigjen Arief

POSKOTA.CO – Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Brigjen (Pol) Arief Sulistianto menyatakan nasib AKBP Idha Endri Prastiono dan Bripka MH Harahap masih menunggu keputusan Polisi Diraja Malaysia (PDRM).

“Hingga saat ini kami masih menunggu keputusan dari pihak PDRM terkait perkembangan kasus Idha dan Harahap yang diduga terlibat sindikat narkoba internasional,” kata Arief Sulistianto di Pontianak, Senin.

Sebelumnya, dua anggota Polda Kalbar, ditahan Polis Diraja Malaysia (PDRM) di Kuching, Jumat (29/8) karena terlibat jaringan sindikat narkoba internasional. Satu di antaranya perwira menengah dengan pangkat AKBP yang pernah bertugas sebagai Kasubdit III Ditres Narkoba bernama Idha Endri Prastiono, sedangkan satu lagi Bripka MH Harahap, anggota Polsek Entikong.

Ia menjelaskan hingga saat ini belum ada kepastian apakah dua oknum polisi tersebut, terbukti terlibat dalam sindikat narkoba internasional atau tidak. “Kalau terlibat maka proses hukumnya dilanjutkan di PDRM, kalau tidak maka diproses di Kalbar,” ujarnya.

Arief menjelaskan dari informasi yang diterima, penahahan terhadap kedua tersangka itu diperpanjang lagi menjadi seminggu kedepannya.

“Sehingga kami belum bisa memutuskan tindakan apa yang akan diambil, karena masih menunggu putusan dari PDRM,” ujar Kapolda Kalbar.

Ia menambahkan hingga saat ini tim khusus yang telah dibentuknya itu terus bekerja dalam menelusuri dan melakukan penyelidikan tarhadap kasus narkoba dengan tersangka AKBP Idha Endri Prastiono, dan Bripka MH Harahap, anggota Polsek Entikong.

Sebelumnya, Kapolda Kalbar menyatakan pihaknya akan memeriksa anak buahnya mantan Kasubdit III Ditnarkoba AKBP Idha Endri Prastiono yang kini ditahan di Malaysia karena dugaan menjadi sindikat narkoba internasional tersebut.

Ia juga sempat menjawab kritik dari Indonesia Police Watch (IPW) tentang penanganan yang terkesan lamban. “Kalau (orang) IPW jadi kapolda di sini, belum tentu sehebat saya,” ujar dia.

Ia mengandaikan pengamat sepak bola yang komentarnya menjelekkan pemain. Tapi ketika posisinya menjadi pemain, belum tentu sebagus pemain yang dikritik sebelumnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *