oleh

PENIKAM TUKANG OJEK DITANGKAP DI PURWOKERTO

Janda pengusaha katering jadi korban penikaman, pelaku masih diburu. (DOK)
Janda pengusaha katering jadi korban penikaman, pelaku masih diburu. (DOK)

POSKOTA.CO – Kepolisian Sektor Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menangkap seorang residivis yang menusuk tukang ojek karena ingin memiliki sepeda motor korban.

“Tersangka berinisial KM (22), warga Tamanwinangun, Kabupaten Kebumen, kami tangkap pada Minggu (7/9) sekitar pukul 20.00 wIB, di Kelurahan Pasirmuncang, Kecamatan Purwokerto Barat,” kata Kepala Kepolisian Resor Banyumas Ajun Komisaris Besar Polisi Dwiyono, di Purwokerto, Senin.

Ia mengatakan bahwa kasus penusukan tersebut berawal dari pertemuan KM dengan korban Adim (55) yang sedang mangkal di Terminal Bus Bulupitu, Purwokerto, pada Senin (1/9) sekitar pukul 18.00 WIB.

Menurut dia, tersangka selanjutnya meminta korban yang berprofesi sebagai tukang ojek itu untuk mengantarkannya ke Baturraden.

Sesampainya di Lapangan Ketenger, kata dia, tersangka meminta turun dan seolah-olah mengajak korban mampir ke rumahnya.

“Tersangka selanjutnya meminta kunci sepeda motor korban. Oleh karena melawan, tersangka pun menusuk korban menggunakan pisau dapur yang telah disiapkannya hingga lima tusukan, yakni di leher kanan sebanyak dua tusukan, punggung dua tusukan, dan pipi kanan satu tusukan,” katanya.

Menurut dia, tersangka segera kabur dengan meninggalkan tas berisi pakaian dan surat-surat identitas atas nama KM ketika korban berteriak minta tolong.

Ia mengatakan bahwa korban yang mendapat pertolongan dari warga sekitar lokasi kejadian segera dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Margono Soekarjo, Purwokerto.

“Anggota kami yang menerima laporan kejadian tersebut segera melakukan penyelidikan hingga akhirnya dapat menangkap tersangka pada Minggu (7/9). Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka diketahui sebagai seorang residivis yang telah beberapa kali melakukan pencurian dan dia melakukan penusukan itu karena ingin menguasai sepeda motor korban,” kata Kapolres.

Terkait kasus tersebut, dia mengatakan bahwa tersangka bakal dijerat dengan Pasal 365 ayat 1 dan 2 ke-4e Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) juncto Pasal 53 KUHP dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara.

Saat ditanya wartawan, tersangka KM mengaku ingin memiliki sepeda motor milik korban yang selanjutnya akan dijual dan uangnya untuk uang saku ke Bandung.

“Waktu itu (saat kejadian penusukan, red.), saya baru datang dari Bandung. Saya merampok karena ingin mendapatkan sepeda motor yang selanjutnya akan saya jual dan uangnya untuk uang saku karena saya akan mengajak teman untuk bekerja di Bandung,” kata dia mengaku bekerja di salah satu rumah makan Bandung.

Menurut dia, pisau dapur yang digunakan untuk menusuk korban itu dibawa dari tempatnya bekerja.

Dia mengaku pernah melakukan dua kali pencurian, yakni mencuri sebuah sepeda “ontel” dan sebuah sepeda motor. “Barang-barang curian tersebut saya jual dan uangnya saya gunakan untuk uang saku,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *