oleh

MODUS MALING, BERANGKAT NAIK SEPEDA PULANG NAIK MOTOR

Pelaku kejahatan yang ditangkap
Pelaku kejahatan yang ditangkap

POSKOTA.CO – Berbagai cara dilakukan penjahat untuk memperoleh hasil jarahan. Maling motor di Cengkareng ini punya modus lain. Ketika hendak menyasar motor orang pelaku mengintai dengan cara naik sepeda ontel Bahkan tetangganya kerap melihat berangkat naik sepeda pulang naik motor.

Kapolsek Cengkareng Kompol Sutarjono kepada wartawan mengungkapkan, modus operandi yang digunakan tersangka Sahrul, terbilang unik yakni menggunakan sepeda ontel. Di mana saat beraksi pelaku membawa sepeda ontel dan setelah pulang dengan sepeda motor curian yang telah diincar sebelumnya

Polsek Cengkareng dalam kurun waktu dua minggu berhasil menangkap tiga kelompok pelaku pencurian bermotor. Dari penangkapan tersebut sebanyak 37 unit sepeda motor berhasil diamankan.

“Sembilan belas tersangka yang ditangkap berasal dari tiga kelompok yang berbeda. Dari tangan mereka, diamankan barang bukti sebanyak 37 unit sepeda motor,” ujarnya.

Terungkapnya rangkaian sindikat pelaku curanmor ini bermula dari tertangkapnya seorang tersangka Sahrul yang merupakan ‘kapten’ salah satu kelompok curanmor asal Semanan.

Saat ditangkap, tersangka Sahrul sempat melawan petugas sehingga timah panas pun harus menyasar di kaki kanannya.

Dari ditangkapnya Sahrul, polisi akhirnya berhasil membekuk belasan pelaku yang jaringannya saling terkait dari tiga kelompok yang berbeda. Sejumlah pelaku berasal dari berbagai wilayah seperti Semanan, Cipondoh dan Kapuk.

“Hampir sebagian besar pelaku sudah lama beraksi di wilayah Jakarta Barat. Rata-rata mereka sudah lama berkecimpung sebagai pelaku curanmor, bahkan ada pula yang residivis,” kata Sutarjono.

Selain mengamankan 37 unit sepeda motor berbagai merek, sejumlah barang bukti lain seperti 2 buah kunci letter T dan 1 unit laptop pun turut diambil dari tangan tersangka.

Sebenarnya, lanjut Sutarjono, jumlah sepeda motor yang berhasil dibobol belasan tersangka mencapai lebih dari 60 unit. “Puluhan sepeda motor lain sayangnya sudah dilebur menjadi onderdil-onderdil yang dijual ke tukang loak yang biasa membuka lapak di pinggir jalan,” imbuhnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, belasan tersangka dikenai pasal 363 dan 365 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Mereka terancam dihukum minimal 5 tahun penjara. humas PMJ

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *