oleh

KADES DITAHAN TERLIBAT PERKARA PERUSAKAN

Hutan yang dibakar
Hutan yang dibakar

POSKOTA.CO – Pengadilan Negeri Lubuklinggau, Sumatera Selatan, menahan Kepala Desa Sumber Karya, Kabupaten Musirawas, Suparno, terkait dengan sidang perkara perusakan dan penguasaan lahan masyarakat. “Penahan itu dilakukan setelah sidang pertama, Kamis (12/3), karena dikhawatirkan melarikan diri, setelah diancam jaksa penuntut umum dengan kurungan tujuh tahun penjara,” kata petugas Humas Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau Edi Sembiring di Lubuklinggau, Senin.

Ia menjelaskan alasan penahan tersebut, selain dikhawatirkan melarikan diri, juga berdasarkan sosiologis dikhawatirkan menghilangkan barang bukti. Selain itu, secara yuridis yakni Pasal 170 Ayat 1 jo Pasal 55 Ayat 1 KUHP dan Pasal 406 Ayat 1 jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP, sebagaimana yang didakwakan oleh JPU.

Mengenai status tahanan, sebetulnya sejak penyidikan terhadap tersangka, statusnya sudah menjadi tahanan kota, akan tetapi belum di lembaga pemasyarakatan (lapas). Namun setelah majelis hakim meningkatkan status tahanan terdakwa dari tahanan kota menjadi tahanan rumah tahanan (rutan), maka yang bersangkutan langsung ditahan di Lapas Kelas II A Lubuklinggau.

Mengenai aksi warga Desa Sumber Karya, Kecamatan STL Ulu yang datang ke pengadilan negeri beberapa waktu lalu, untuk minta terdakwa dibebaskan, hal itu tidak mudah dipenuhi karena yang bersangkutan sudah diproses secara hukum.

“Kita tunggu saja vonis pengadilan nanti, kalau bersangkutan tidak bersalah bisa saja mendapat hukuman ringan bahkan dibebaskan, tapi bila sesuai dengan tuntutan jaksa ya ikuti saja proses hukumya,” katanya.

Herman, salah seorang warga Desa Sumber Karya mengajukan permohonan agar kepala desa mereka dibebaskan karena pejabat di desa itu mengalami kekosongan. “Kami menilai Pak Suparno tak pernah melakukan perusakan dan menguasai lahan masyarakat berukuran 50 x 50 meter milik warga seperti yang dituduhkan terhadap tersangka,” ujarnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *