JAKARTA — Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) melalui Perempuan Indonesia Maju (PIM) menegaskan urgensi peningkatan literasi kesehatan perempuan di era digital. Hal tersebut mengemuka dalam webinar edukasi bertajuk “Perempuan Sehat, Perempuan Maju di Era Digital dan AI” yang dihelat secara daring oleh program SELANGKAH (Semangat Lawan Kanker) bersama Siloam Hospitals, Jumat (30/10/2026).
Dipimpin langsung oleh Ketua Umum PIM, Lana T. Koentjoro, S.H., M.H., kegiatan ini berhasil menjaring antusiasme luas dari perempuan lintas daerah hingga luar negeri. Diskusi menghadirkan tiga narasumber kompeten: Dewan Pakar Kesehatan PIM dr. Jusuf Kristianto, MPH, PhD; dokter spesialis bedah dr. Sekar Dorojati Yuliana, Sp.B., FINACS; serta Holistic Health Motivator dr. Grace Hananta, C.Ht.
Ibu Sehat Fondasi Keluarga, Waspada Penyakit Tidak Menular
Dalam pemaparannya, dr. Jusuf Kristianto mengingatkan bahwa kesehatan holistik—fisik, mental, dan sosial—harus dijaga ketat, mengingat tingginya ancaman Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes, stroke, hingga kanker. Pencegahan wajib dimulai dari rumah dengan membatasi gula, garam, dan lemak, serta rutin berolahraga.
”Perempuan adalah pendidik pertama dalam keluarga. Organisasi seperti PIM memegang posisi strategis untuk memperluas edukasi kesehatan berkolaborasi dengan Posyandu dan PKK,” tegas dr. Jusuf.
Terkait deteksi dini kanker payudara, PIM turut memperkenalkan penggunaan alat breast light di daerah tertinggal seperti NTT dan Papua, yang disandingkan dengan metode mandiri (SADARI) dan klinis (SADANIS).
Manfaatkan Teknologi AI dan Aplikasi secara Bijak
Memasuki era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), dr. Sekar Dorojati Yuliana memaparkan bagaimana teknologi dapat membantu perempuan mempraktikkan pemeriksaan payudara sendiri secara rutin.
Melalui aplikasi smartphone berpanduan AI, perempuan dapat dengan mudah mengakses checklist tahapan SADARI dan fitur pengingat bulanan. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa teknologi pintar ini posisinya sebatas alat bantu edukasi, bukan pengganti diagnosis medis profesional.
”AI membantu pekerjaan medis, tetapi tidak bisa menggantikan dokter. Hasilnya wajib dicocokkan dengan kondisi klinis pasien,” ujar dr. Sekar.
Kelola Emosi dan Terapkan Konsep Holistic Wellness
Dari sisi kesehatan mental, dr. Grace Hananta, C.Ht. menekankan pentingnya Holistic Wellness yang merangkum dimensi fisik, mental, emosional, dan spiritual. Ia mengingatkan para ibu agar tidak mengabaikan kesehatan diri sendiri demi merawat keluarga.
”Ibu harus sehat jasmani dan emosional terlebih dahulu. Dengan mencintai diri sendiri dan berani hidup sehat, kita sedang membuktikan cinta terbaik bagi keluarga,” ungkap dr. Grace.
Ia juga mengajarkan teknik pernapasan sederhana 4-7-8 untuk mengelola stres harian secara sehat tanpa pelarian berisiko.
Melalui kolaborasi lintas sektor—termasuk aksi nyata penanggulangan kesehatan di daerah—PIM dan Siloam berkomitmen mencetak perempuan Indonesia yang mandiri secara literasi digital, tangguh secara mental, dan terdepan dalam menjaga kesehatan keluarga demi menyongsong masa depan bangsa yang berkualitas. (aga/fs)







Komentar