oleh

INIKAH KWALITAS WAKIL RAKYAT DARI PKS

Fahri Hamzah
Fahri Hamzah

POSKOTA.CO – Pernyataan Fahri Hamzah yang menyebut capres Joko Widodo sebagai “sinting” sama saja mengungkap dirinya dan memperolok capres yang didukungnya. “Kok bisa jadi wakil rakyat bagaimana ceritanya,” kata Abdul Hadi, warga Banten.

Atau mungkin saja Tuhan telah menunjukkan kwalitas seseorang yang tak pantas jadi wakil rakyat. “Inilah kekuatan Tuhan, menunjukan jatidiri seseorang atau kelompok tersebut,” tambah pria yang dikenal sebagai tokoh pemuda di daereah kulon itu.

Abdul Hadi mengaku memang tak mengenal Fahri secara dekat yang selalu berlindung di balik partai keislamannya PKS, tapi dari tutur katanya menunjukan jiwa dan kelompoknya. “Kaumnya pasti mencari kaumnya, itu sudah hukum alam,” tandasnya.

Dikabarkan, Prabowo-Hatta selalu mengingatkan agar timsesnya selalu beretika dan tidak menghina orang lain saat berkampanye. “Kita kan sedang cari pemimpin Indonesia. Menyerang pribadi itu kan sangat dilarang,” ujar Lauren di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (1/7/2014).

Menurut Lauren, pernyataan sinting yang ditulis Fahri dalam akun Twitter-nya merupakan pernyataan pribadi. Anggota Timses yang bertanggung jawab atas wilayah NTT itu juga menyebutkan, apa yang disampaikan Fahri sangat keras dan tak mencerminkan sikap Prabowo-Hatta.

“Itu kata-kata yang cukup keras. Kalau Pak Prabowo selalu sampaikan kampanye beretika, tidak boleh menjelek-jelekan orang lain. Bukan karakter Pak Prabowo menghina orang. Dia diserang tak pernah serang balik,” imbuhnya.

Lauren menduga tim Prabowo-Hatta pasti telah menegur Fahri. Terlebih, hal itu sudah diangkat media dan jadi pembicaraan publik.

Ruhut menegaskan, akan membela mati-matian Jokowi. Ia juga menuturkan alasan masuk ke kubu Jokowi, karena ingin membela Gubernur nonaktif DKI Jakarta itu yang kerap teraniaya.

“Kenapa aku ke kubu Pak Jokowi? Karena dia teraniaya. Aku tidak senang melihat orang teraniaya karena apapun, Jokowi sudah tidak bisa dibendung. Jokowi sudah kehendak Tuhan menjadi presiden ke-7

Lewat akun Twitter-nya @fahrihamzah pada Kamis 27 Juni lalu, pukul 10.40, Fahri berkicau, “Jokowi janji 1 Muharam hari Santri. Demi dia terpilih, 360 hari akan dijanjikan ke semua orang. Sinting!”

Celoteh Fahri di dunia maya itu telah dilaporkan pihak Jokowi-JK ke Bawaslu. Ia dinilai melanggar UU No. 42 Tahun 2008 tentang Pemilu Presiden (Pilpres) Pasal 41 ayat 1 huruf C bahwa pelaksana, peserta, dan petugas kampanye dilarang menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan calon lain.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *