oleh

AWAS KEKUATAN JOKOWI DIPECAH BELAH

 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  menerima pasangan capres Joko Widodo dan Jusuf Kalla di kediamannya Puri Cikeas, Bogor, Jabar, Rabu (9/7). Presiden bertemu dengan Joko Widodo dalam rangka menyikapi polemik hasil quick count Pilpres 2014. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap kedua pasangan capres-cawapres menghormati pilihan rakyat terhadap pemimpinnya dan bisa menerima hasil pilpres ini dengan baik.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima pasangan capres Joko Widodo dan Jusuf Kalla di kediamannya Puri Cikeas, Bogor, Jabar, Rabu (9/7). Presiden bertemu dengan Joko Widodo dalam rangka menyikapi polemik hasil quick count Pilpres 2014. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap kedua pasangan capres-cawapres menghormati pilihan rakyat terhadap pemimpinnya dan bisa menerima hasil pilpres ini dengan baik.

POSKOTA.CO – Wakil Sekjen DPP PKB Daniel Johan mengingatkan adanya upaya sistematis untuk memecah belah Joko Widodo (Jokowi) dari kekuatan dan gerbong politiknya. “Upaya pecah belah tersebut sedang berlangsung dengan membuat disharmoni kekuatan pendukung,” kata Daniel Johan saat dihubungi di Pontianak, Senin.

Menurut dia, upaya tersebut dilakukan oleh sebagian elit politik, kelompok kepentingan, termasuk oleh orang-orang yang sesungguhnya diminta Jokowi untuk melakukan konsolidasi kekuatan perubahan dan program.

Namun, lanjut dia, bukannya merumuskan program yang solutif dan memperkuat gerbong Jokowi, orang-orang tersebut malah membuat suasana menjadi kisruh dan tidak kondusif. “Mereka berupaya untuk menjauhkan Jokowi dari pendukungnya termasuk upaya sistematis memecah belah Jokowi dengan PKB. Salah satu contohnya seperti yang dilakukan oleh Boni Hargen,” katanya menegaskan.

Ia menambahkan koalisi pendukung Jokowi harus waspada dengan upaya pecah belah sistematis tersebut.

“Bila sekarang dilakukan terhadap PKB, nanti satu persatu kekuatan politik Jokowi akan terlucuti. Sampai satu titik Presiden terpilih Jokowi akan kehilangan dan terlepas dari pendukungnya yang memiliki kekuatan politik secara nyata di dalam sistem demokrasi kita,” kata Daniel, yang terpilih sebagai anggota DPR RI daerah pemilihan Kalbar itu.

Ia mengatakan upaya pecah belah tersebut sama saja untuk memperlemah Jokowi.

Mereka, kata Daniel, akhirnya ingin mengendalikan presiden terpilih tapi tidak memiliki kekuatan politik konkrit yang mampu mengawal agenda dan cita-cita politik Jokowi dalam membawa perubahan fundamental demi rakyat yang lebih sejahtera.

Daniel berharap komunikasi politik sesama anggota koalisi harus dijaga dengan baik sehingga segala hal yang membuat disharmoni dapat segera terkonfirmasi. “Kita benar-benar harus mewaspadai upaya yang akan memberatkan Jokowi di depan,” kata dia.

Sementara PKB sebagai partai pengusung tidak mau melihat cita-cita politik Jokowi terhambat.

“PKB benar-benar akan mengawal dan ingin melihat Jokowi sukses sebagai presiden yang mampu membawa perubahan besar untuk rakyat dan Indonesia, baik melalui parlemen maupun di dalam pemerintahan nanti,” demikian Daniel.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *