oleh

Anggota DPRD Kota Bogor Kecam Pembuang Sampah Medis di Jalan Sedane

POSKOTA.CO – Tindakan tak bertanggung jawab dilakukan rumah sakit dan klinik. Mereka dengan sengaja membuang APD (alat pelindung diri) bekas pakai, jarum suntik, masker, sarung tangan hingga kelengkapan lainnya.

Limbah medis diduga bekas penanganan Covid-19 ditemukan di bak sampah, tepi Jalan Sedane, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Kamis (4/1/2021).

Sampah medis yang diduga sengaja dibuang di bak sampah tersebut, bertumpuk di pinggir jalan kawasan elite ini. Warga penghuni lalu cemas karena takut dampak penularan virus sampah ini.

Tumpukan karung berisi barang medis bekas pakai berbahaya ini, dipastikan milik rumah sakit, klinik atau puskesmas karena setelah tim satgas tiba, isi karung ini adalah bekas alat tes swab yang umumnya digunakan untuk mengecek pasien melalui hidung, baju APD, jarum suntik hingga kelengkapan lainnya.

Warga setempat yang melihat karung dengan aroma kimia ini kemudian melapor ke pengurus RT dan RW, dan diteruskan ke petugas Covid-19 serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan dan polisi. “Saya yang lapor ke pak RT,” kata Heru Prihananto (40), warga setempat.

Petugas DLHK menggunakan mobil sampah dan petugas Covid menggunakan APD datang melakukan pemilihan sampah. Setelah sekitar dua jam, limbah sampah medis dikumpulkan usai dipilah, disaksikan warga setempat. Hasilnya, ternyata cukup banyak, diperkirakan sekitar sepuluh kardus lebih.

Dari keterangan petugas sampah DLHK, ia sudah lima kali menemukan sampah medis tersebut dibuang tidak pada tempatnya.

Warga Jalan Sedane, Empang yang menjadi lokasi pembuangan sampah medis berbahaya, tak terima. Mereka meminta polisi guna mengusut siapa yang membuang sampah tersebut.

“Kami, warga Jalan Sedane, jelas keberatan. Pembuangan limbah medis Corona secara tak tepat, bisa menular. Kami cemas takut tertular, mengingat lokasi hanya berjarak beberapa meter dari rumah kami,” ujarnya.

Polisi masih melakukan penyelidikan guna mencari siapa pelakunya. Melihat dari barang sampah ini, kuat dugaan, berasal dari rumah pelayanan orang sakit.

Di tempat terpisah, Lurah Empang Harry mengatakan, sampah limbah medis Covid-19 yang dibuang tidak pada tempatnya, kini belum diketahui pelakunya.

“Tadi, kita sudah koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari puskemas hingga DLHK. Kami juga melarang pemulung untuk mengambil sampah sementara di bak sampah tersebut. Kami cegah terjadi penularan. Pihak DLHK sudah mengambil sampah limbah dengan menggunakan peralatan APD lengkap. Bahkan, dengan warga setempat yang punya cctv kita juga sudah minta diarahkan kameranya ke lokasi bak sampah untuk mencegah berulangnya kejadian yang sama. Pelakunya belum diketahui dari pihak mana, untuk sementara ini,” tutur Harry.

Camat Bogor Selatan Hidayatulloh langsung menggelar rapat dengan jajarannya, saat limbah berbahaya ini ditemukan. “Kami koordinasi dengan DLHK untuk lakukan upaya sterilisasi lokasi,” ujar Camat.

Anggota DPRD Kota Bogor mengecam tindakan pelaku yang dengan sengaja membuang limbah medis berbahaya ke tempat warga.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor Ence Setiawan menyatakan, membuang sampah limbah medis di dekat pemukiman warga, atau di tepi jalan, merupakan pelanggaran.

Rumah sakit atau Klinik serta puskesmas sudah ada aturan yang mengikat yakni, menyediakan lubang pembuangan APK dan lainnya yang berhubungan dengan medis.

“Apalagi bila ditemukan jarum suntik dan bekas tes swab di tempat terkait, ini jelas pelanggaran. Hal lain, warga sekitar mulai cemas,” tegas politisi PDI Perjuangan ini. (yopi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *