oleh

6 PELAJAR DIBURU POLISI KARENA MEMBACOK SISWA SMK

Pelaku kejahatan yang libatkan pelajar
Pelaku kejahatan yang libatkan pelajar

POSKOTA.CO – Jajaran Polsek Cibadak, Kabupaten Sukabumi memburu oknum pelajar yang melakukan pembacokan terhadap seorang pelajar SMK Pasundan Kota Sukabumi saat tawuran pelajar di Jalan Raya Bogor.

“Kami sudah mendapatkan ciri-ciri oknum pelajar yang melakukan pembacokan terhadap pelajar SMK Pasundan yakni Angga (17) di Jalan Raya Sukabumi-Bogor tepatnya di depan PO Bus Rencana Jaya Desa Cimahi Kecamatan Cicantayan Kabupaten Sukabumi saat hendak pulang,” kata Kapolsek Cibadak Kompol Undang Dedi kepada wartawan, Jumat.

Menurut Undang diduga pelaku pembacokan terhadap korban adalah oknum pelajar yang bersekolah di SMK AMS Kota Sukabumi, karena pada saat kejadian gerombolan pelajar yang diduga dari SMK AMS tersebut mencegat mobil angkutan umum jurusan Cisaat-Cibadak yang ditumpangi oleh belasan pelajar SMK Pasudan.

Pada saat itu, Angga yang duduk di jok dekat pintu angkot menjadi sasaran puluhan pelajar SMK AMS yang mempersenjatai diri dengan senjata tajam dan keras. Korbanpun terkena beberapa bacokan di tangan serta kakinya dan saat ini pelajar tersebut masih menjalani pengobatan di Rumah Sakit Umum Daerah Sekarwangi, Kecamatan Cibadak.

“Kami juga sudah memeriksa beberapa saksi dan korban para tawuran antar pelajar ini, namun belum diketahui motif dari aksi tawuran pelajar tersebut tapi informasinya kedua SMK dari Kota Sukabumi ini memang merupakan musuh bebuyutan dan kerap tawuran karena hal sepele,” tambahnya.

Sementara, teman korban, Santosa (17) saat kejadian ia dan rekan-rekannya hendak pulang ke arah Cibadak dari Kota Sukabumi, namun di Jalan Raya Sukabumi-Bogor, pelajar yang ada di dalam angkutan umum tersebut dicegat oleh pelajar dari SMK AMS yang jumlahnya sekitar 25 orang. Bahkan, beberapa dari oknum pelajar SMK AMS itu terlihat membawa samurai, golok dan celurit.

“Kami hanya bisa menyelamatkan diri di dalam mobil, karena anak-anak dari AMS menyerang secara membabi buta. Untungnya kami dibantu warga untuk membubarkan aksi penyerangan yang dilakukan oleh puluhan oknum pelajar itu. Dan setelah pelajar SMK AMS bubar, kami melihat Angga sudah terbaring di dalam angkot dan tangan serta kakinya sudah mengeluarkan darah karena terkena bacokan,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *