JAKARTA-Memangkas stigma negatif masyarakat, Wulan (23) mengakui tidak ada diskriminasi yang pernah ia dapatkan selama berobat dengan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Banyak pembicaraan negatif terkait pelayanan pasien sebagaipeserta JKN, padahal Wulan sendiri yang merasakan manfaatnya justru tidak pernah mengalami hal negatif sekali pun, baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun rumah sakit rujukan sebagai Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).
“Tidak bisa kita pungkiri, kalau banyak sekali stigma buruk yang simpang siur di luar sana terkait pelayanan BPJS Kesehatan. Namun, saya dan keluarga serta kerabat terdekat yang aktif menggunakan Program JKN pun tidak pernah merasakannya. Mungkin, contoh halnya adalah Fasilitas Kesehatan (Faskes) di daerah asal saya, Kota Padang, memang logat daerah saja yang terkesan keras. Padahal, mereka melayani dengan sepenuh hati, penuh sabar untuk setiap keluhan pasien, dan alur pelayanannya juga sangat jelas. Juga tidak perlu mengalami kendala dalam proses administrasi, karena para petugas memberikan informasi kepada tiap peserta JKN dengan sangat jelas,” kata Wulan yang ditemui di Kantor Cabang BPJS Kesehatan Jakarta Barat, Selasa (12/12.2023).
Menurut Wulan, dirinya sempat pindah Faskes dari daerah ke ibu kota, ternyata Ia tidak merasakan perbedaan pelayanan yang diberikan. Semuanya dirasa setara. Tidak ada diskriminasi yang dirasakan. Apalagi, orang tuanya yang sudah terpaut lanjut usia juga dilayani sebagaimana pasien prioritas mendapatkan layanan yang seharusnya. Alur pelayanan yang ada juga tidak berbelit, sehingga sangat efisien dalam waktu tunggu. Ditambah lagi, antrean dokter bisa diambil secara online, sehingga tidak perlu menunggu lama di Faskes dan merasakan tumpukan antrean.
Informasi Perlu Disaring
“Jangan termakan oleh asumsi orang lain yang justru mungkin belum pernah mendapatkan pengalaman langsung dalam Program JKN. Memang informasi dari mulut ke mulut itu lebih cepat sampainya. Namun, akan lebih baik jika disaring terlebih dahulu dan diambil informasi yang penting saja. Sisanya, biarkan mereka berbicara tentang pengalaman mereka sendiri.Sangat disayangkan untuk masyarakat lain yang belum merasakan manfaat dalam Program JKN. Karena, saya sebagai ibu rumah tangga saja percaya akan manfaat dari Program JKN karena sudah merasakan sendiri tanpa perlu mendengar opini negatif masyarakat lain yang bahkan tidak pernah saya maupun keluarga saya rasakan,” cetusnya.
Pelayanan saat ia datang ke Kantor BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat juga memuaskan. Ia merasakan pelayanan dari Duta BPJS Kesehatan Jakarta Barat yang ramah, sopan, dan sangat responsif. Hal ini dianggap Wulan sebagai salah satu hal yang penting untuk mendapatkan pelayanan dengan rasa nyaman kepada para peserta JKN. Ia juga menjelaskan, bahwa ia tidak pernah mengeluarkan biaya untuk iuran tambahan baik di kantor cabang maupun di Faskes.
“Sudah banyak jenis pengobatan yang saya manfaatkan melalui Program JKN ini. Bahkan, saya juga pernah menjalani operasi gigi hingga menjalani rawat inap selama tiga hari. Tidak ada satu pun rasa tidak nyaman selama proses berobat itu. Menurut saya, lebih baik segera daftarkan Program JKN sebagai jaminan kesehatan karena kita tidak ada yang tahu kapan musibah itu akan datang. Penting untuk menjaga kesehatan masing-masing diri kita, namun lebih penting lagi untuk memiliki jaminan kesehatan yang terpercaya seperti Program JKN. Manfaat yang diberikan pemerintah ini semata-mata untuk kepentingan dan kebaikan masyarakat, tidak mungkin ditujukan untuk merugikan satu pihak pun,” pesan Wulan. (*/fs)







Komentar