BOGOR – InJourney Airport menyatakan kesiapannya dalam menghadapi lonjakan penumpang pada masa Natal dan Tahun baru ( Nataru) 2025/2026 yang diperkirakan tahun ini naik sebesar 4 persen.
Pejabat pengganti sementara (PGS) Corporate Secretary Group Head InJourney Airports, Arie Ahsanurrohim memastikan kesiapan 37 bandara dalam melayani masyarakat pada periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 mulai dari menambah jam operasional bandara, operasional terpadu, kesiapan fasilitas, pengerahan personel, hingga dukungan sistem teknologi informasi.
“Perkiraan di bandara Soekarno-Hatta naik empat persen dan di Bali tiga persen. Sedangkan peningkatan jumlah pesaawat dua persen,” ujarnya saat acara Family Gathering Forwahub di Cisarua Bogor, Kamis ( 11/12)
Kendati akan terjadi lonjakan penumpang namun pihaknya sampai saat ini belum menerima surat permohonan penerbangan tambahan (extra flight) .
Saat ini pihaknya tengah melakukan persiapan untuk mengoperasikan posko terpadu di kantor pusat InJourney Airports, serta di enam kantor regional dan 37 bandara selama 18 hari yang direncanakan mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Puncak arus keberangkatan penumpang pesawat udara diperkirakan pada 20 – 21 Desember 2025, sedangkan arus balik Nataru diperkirakan terjadi pada tanggal 3-4 Januari 2026.
Selain jumlah penumpang naik, dia mengakui, salah satu keluhan yang kerap muncul dari pengguna jasa adalah antrean panjang dan kemacetan, terutama di bandara-bandara besar.
Oleh karenanya, sejumlah perbaikan manajemen telah dilakukan, khususnya di Bandara Soekarno-Hatta. Program penataan akses dan pengelolaan terminal, termasuk pengalihan operasional penerbangan tertentu, dinilai telah memberikan dampak signifikan dalam mengurangi kepadatan, terutama di area sebelum drop zone. (dwi)







Komentar