JAKARTA – Komunitas Puisi Esai mempersembahkan penghargaan bergengsi, Puisi Esai Award 2024, kepada Datuk Jasni Matlani, seorang sastrawan besar dari Kinabalu, Sabah, Malaysia. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya yang luar biasa dalam mengenalkan dan mengembangkan puisi esai di Malaysia. Penyerahan penghargaan berlangsung di Jakarta pada pembukaan Festival Puisi Esai Jakarta Ke-2, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Sabtu (14/12/2024).
Denny Januar Ali, penggagas puisi esai, mengungkapkan, Datuk Jasni dipilih karena kegigihannya dalam mempopulerkan puisi esai di Sabah, yang telah menginspirasi banyak penyair Malaysia untuk menulis dalam genre ini. Selain itu, Datuk Jasni juga berjasa besar dalam menggelar Festival Puisi Esai antarbangsa yang telah menjadi agenda tahunan di Kota Kinabalu, Sabah. Festival tersebut telah berlangsung tiga kali dan terus diadakan setiap tahun.
Sebagai penerima Puisi Esai Award, Datuk Jasni Matlani menerima piagam penghargaan dan hadiah uang sebesar Rp35 juta.
Dalam sambutannya, seperti dilansir dari keterangan tertulis yang didapat POSKOTAONLINE.COM, Sabtu (14/12/2024), Denny JA menekankan betapa besar perjuangan Datuk Jasni dalam mengembangkan puisi esai, terutama melalui berbagai bengkel puisi esai yang dia gelar di Sabah. Melalui pelatihan-pelatihan ini, banyak karya puisi esai lahir dan dibukukan dalam antologi, memperkaya khazanah sastra di Malaysia.
Bagi Datuk Jasni, puisi esai adalah bentuk sastra yang menyentuh dan relevan untuk menyampaikan berbagai isu sosial, seperti ketidakadilan dan diskriminasi. Ia percaya bahwa puisi esai mampu merekam dan menyuarakan realitas sosial dengan cara yang unik dan memikat.
Selain itu, salah satu pencapaian besar Datuk Jasni adalah kolaborasinya dengan penulis Indonesia dan Malaysia dalam menulis puisi esai yang dipersembahkan kepada Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim. Karya ini menjadi bukti nyata solidaritas antarnegara melalui puisi esai.
Festival Puisi Esai Jakarta Ke-2, yang berlangsung pada 13-14 Desember 2024, dihadiri oleh peserta dari seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Acara ini juga dihadiri oleh 11 Gen Z yang baru saja dilantik sebagai Duta Puisi Esai di daerah masing-masing. Selain penyerahan Puisi Esai Award, festival ini turut dimeriahkan dengan panel diskusi, pemutaran film puisi esai, serta pembacaan puisi esai mini.
Puisi Esai Award 2024 menjadi salah satu bukti nyata betapa pentingnya genre ini dalam perkembangan sastra kontemporer, dan Datuk Jasni Matlani menjadi simbol perjuangan dan kecintaan terhadap puisi esai di Asia Tenggara. (*/rel/din)







Komentar