POSKOTA.CO – Jalan terus, pelaksanaan pembahasan kegiatan usulan warga masyarakat melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Cempaka Putih diwarnai hujan deras yang berlangsung di aula ruang serbaguna lantai IV kantor kecamatan setempat, Jalan Kompleks Perkantoran Rawa Kerbau, Cempaka Putih, Selasa (8/2/2022).
Sekadar diketahui, sebelumnya tiga kelurahan yakni Rawasari, Cempaka Putih Timur dan Cempaka Putih Barat telah membahas sebanyak 449 usulan dengan total anggaran yang diakomodasi tahun 2023 sebesar Rp133.727.968.227 meliputi dari 41 usulan yang dikerjakan tahun 2022 sebesar Rp7.707.041.953.
Sedangkan, 22 usulan ditolak dengan anggaran sebesar Rp2.201.979.012. Sementara itu, dalam pembagian usulan berdasarkan jenis usulan terdiri dari 276 usulan fisik sebesar Rp132.681.656.097. Lalunon fisik 35 usulan dengan anggaran sebesar Rp.215.991.200 dan pengadaan barang 141 usulan dengan anggaran sebesar Rp. 825.514.130.
Usai membuka acara pembahasan Musrenbang tingkat Kecamatan Cempaka Putih dengan tatap muka langsung, Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma kepada POSKOTA.CO menerangkan, untuk keseimbangan usulan antara kegiatan fisik dan nonfisik yaitu ada dua yang harus dipahami, yaitu dengan perilaku bersama lingkungan.
Menurut orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat ini, bahwa lingkungan yang tertata akan mempengaruhi perilaku karena perilaku yang bagus akan mempengaruhi lingkungan. Sehingga,
perilaku dengan lingkungan itu sesuatu yang saling berkaitan dan berdampingan.
“Artinya pembangunan fisik pada hakikatnya untuk memperkuat perilaku yang sifatnya nonfisik. Nah dengan begitu, kegiatan non fisik juga akan memunculkan ide-ide baru dalam rangka penataan lingkungannya. Sehingga perlu ada keseimbangan,” ungkap Dhany Sukma didampingi Camat Cempaka Putih Andri Ferdian dan Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Reza Febryanto.
Lanjut Dhany menjelaskan, contohnya untuk pelatihan-pelatihan itu tentunya basis semuanya adalah membutuhkan data. “Jadi harus ada data yang kuat. Sehingga intervensi program dan kegiatan bisa menyasar pada kebutuhan masyarakat secara real,” terang mantan Kadis Dukcapil Provinsi DKI ini.
Dalam berlangsungnya pembahasan Musrenbang tingkat Kecamatan Cempaka Putih ini juga diikuti secara virtual oleh anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS dan PSI, yang ditutup dengan pembacaan doa. (van)








Komentar