oleh

Selamatkan Arsip, Dinas Pusip DKI Gandeng Perum PFN

POSKOTA.CO – Untuk menyelamatkan dan menjaga kearsipan di wilayah DKI Jakarta, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Pusip) DKI Jakarta melakukan kunjungan ke kantor Perum Produksi Film Negara (PFN) di Jalan Otista Raya, Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Kedatangannya tersebut dalam rangka penjajakan kerja sama kearsipan.

Kepala Dinas Pusip DKI Jakarta Firmansyah Wahid mengatakan, sebagai institusi yang mengemban amanat Undang-Undang tentang Kearsipan, pihaknya berkepentingan menyelamatkan dan menjaga kearsipan di wilayah DKI Jakarta. Karena itu, pihaknya mencoba membangun komunikasi untuk bekerja sama menyelamatkan arsip yang ada di Perum PFN. “PFN merupakan sebuah situs yang memiliki nilai historis. Penting sekali untuk menyelamatkan karya rekam maupun tulis yang ada,” kata Firmansyah Wahid, Selasa (5/9/2023), keterangan tertulis yang didapat POSKOTA.CO.

Menurut Firmansyah, dari hasil komunikasi yang dilakukan, pihaknya mendapati sejumlah arsip dalam bentuk rekam dan tulis yang perlu dilakukan digitalisasi. Dicontohkannya, seperti film serial Unyil yang diproduksi sekitar tahun 1980-1990-an itu membutuhkan sentuhan kearsipan.

Selain itu, masih banyak arsip dan dokumentasi dalam gudang yang belum tersentuh restorasi ataupun digitalisasi. Untuk itu, Firman mengaku akan segera menindaklanjuti dengan penginventarisasian bersama. “Tentunya sebagai dasar harus kesepemahaman kerjasama yang harus kita sepakati bersama dahulu. Segera akan kita tindaklanjuti,” tegasnya.

Sementara itu Direktur Utama Perum PFN Dwi Heriyanto B mengungkapkan, sejak berdiri di tahun 1930-an, PFN telah beberapa kali bertransformasi sesuai dengan keadaan. Pada awalnya merupakan perusahaan milik personal yang diambil alih oleh Pemerintahan Belanda, lalu berubah menjadi milik Jepang dan baru ke Pemerintah Republik Indonesia setelah masa kemerdekaan.

Perkembangannya, setelah Departemen Penerangan dibekukan, PFN bertransformasi menjadi BUMN dengan bendera perusahaan umum. Ke depan mereka tengah merancang pengembangan usaha dalam bentuk perseroan terbatas (PT). “Ke depan kita kan membuat jadi Indonesia film content hub dan pembiayaan film nasional. Karena itu, kami sangat berharap dukungan restorasi dan digitalisasi aset produk yang kami miliki,” tandas Dwi Heriyanto. (*/wandhy)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *