oleh

Polisi Grebek Rumah di Cibungbulang , Kabupaten Bogor yang Diduga Dijadikan sebagai Lokasi Prostitusi Online

BOGOR – Penggerebekan sebuah rumah kontrakan di Cibungbulang, Kabupaten Bogor, yang diduga menjadi lokasi prostitusi online, telah mengamankan sembilan orang. Sembilan orang tersebut terdiri dari empat pria dan lima wanita.

Kompol Iwan Wahyudi, Kapolsek Cibungbulang, menjelaskan bahwa penggerebekan dilakukan setelah adanya keresahan warga terkait aktivitas mencurigakan di kontrakan tersebut.

Kesembilan orang tersebut kemudian dibawa ke Mapolsek Cibungbulang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Pihak kami mengamankan lima perempuan berinisial M (23), HI (29), F (30), N (29), dan RM (28), serta empat laki-laki berinisial BS (39), U (50), M (31), dan II (32). Semuanya langsung dibawa ke Mapolsek Cibungbulang untuk pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kompol Iwan Wahyudi melalui pesan WA Senin (2/3/2026).

Ia menegaskan, warga awalnya merasa resah dengan kegiatan di rumah kontrakan itu yang diduga kuat menjadi tempat perbuatan asusila melalui aplikasi MiChat.

Setelah menerima laporan dan informasi bahwa warga mulai berkerumun, anggota patroli bersama Satpol PP segera mendatangi lokasi.

“Warga merasa resah dengan aktivitas di rumah kontrakan tersebut, yang diduga kuat menjadi tempat perbuatan asusila melalui aplikasi MiChat. Anggota patroli bersama Satpol PP segera mendatangi lokasi, setelah mendapat informasi bahwa warga sudah mulai berkerumun,” kata Iwan.

Kompol Iwan mengapresiasi tindakan warga yang segera melapor tanpa melakukan tindakan anarkis. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa situasi di lokasi kejadian terpantau kondusif setelah petugas mengevakuasi para terduga pelaku.

“Kami mengapresiasi warga yang segera melapor dan tidak melakukan tindakan anarkis. Situasi di lokasi kejadian terpantau kondusif, setelah para terduga pelaku dievakuasi oleh petugas,” ujarnya.

Pihak kepolisian juga telah meminta keterangan dari pemilik rumah kontrakan. Koordinasi dengan Dinas Sosial juga akan dilakukan untuk menindaklanjuti kasus penggerebekan ini.

Kompol Iwan menjelaskan, saat ini, sembilan orang tersebut tengah menjalani pemeriksaan intensif.

“Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Dinas Sosial, untuk langkah pembinaan lebih lanjut jika terbukti adanya praktik prostitusi,” tegasnya. (yopy/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *