JAKARTA – Guru Besar Institut Teknologi PLN (ITPLN), Prof. Syamsir Abduh, menilai target penciptaan 5,52 juta lapangan kerja melalui program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) perlu didukung strategi pengembangan industri yang terintegrasi.
Menurut Syamsir, pengembangan PLTS tidak boleh hanya berfokus pada pembangunan pembangkit berskala besar. Pemerintah perlu memperluas pemanfaatan PLTS atap dan sistem tenaga surya terdistribusi hingga sektor perumahan, komersial, industri, bangunan publik, dan kawasan pedesaan.
“Pemerintah harus memperluas program PLTS 100 GWp dengan pemanfaatan PLTS atap dan sistem tenaga surya terdistribusi. Jika perlu, pemanfaatannya juga diperluas ke sektor perumahan, komersial, industri, bangunan publik, hingga kawasan pedesaan,” ujar Syamsir dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu. (3/10/2026).
Ia mengatakan, perluasan tersebut membuka peluang bagi perusahaan pemasangan dan pemeliharaan lokal. Namun, tenaga kerja yang terlibat harus memiliki kompetensi dan sertifikasi sesuai standar keselamatan serta kebutuhan teknis. “Keterlibatan pelaku usaha lokal juga penting agar manfaat ekonomi pembangunan PLTS dapat dirasakan masyarakat di sekitar lokasi proyek,” katanya.
Syamsir menegaskan, penciptaan jutaan lapangan kerja membutuhkan pembangunan ekosistem industri tenaga surya dari hulu hingga hilir. “Penciptaan jutaan lapangan kerja dari program PLTS 100 GWp membutuhkan perencanaan yang terintegrasi,” ucapnya.
Syamsir mengusulkan enam pilar ketenagakerjaan untuk mendukung target tersebut, yakni penguatan manufaktur, percepatan proyek berskala besar, perluasan PLTS atap, pengembangan operasi dan pemeliharaan, peningkatan keterampilan tenaga kerja, serta penguatan rantai pasok dalam negeri.
Syamsir menegaskan, keenam pilar tersebut harus dijalankan secara bersamaan agar target 5,52 juta lapangan kerja tidak berhenti sebagai proyeksi. “Untuk mencapai target 5,52 juta lapangan kerja dari 100 GWp tenaga surya PV, kuncinya adalah memperlakukannya sebagai program pengembangan industri dan lapangan kerja, bukan sekadar target pembangkitan listrik,” ungkapnya.
Menurut dia, program PLTS 100 GWp harus mampu membangun ekosistem industri nasional yang mencakup manufaktur, pembangunan proyek, pemasangan, pemeliharaan, pengembangan kompetensi tenaga kerja, hingga keterlibatan pemasok lokal. Dengan pendekatan tersebut, program PLTS 100 GWp berpeluang menjadi instrumen pembangunan ekonomi sekaligus percepatan transisi energi. (jo)







Komentar