POSKOTA. CO – Vaksin Covid 19 tahap kedua yang berlangsung Senin (1/3/2021), Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyasar orang yang bekerja di pelayanan publik.
Wali Kota Bogor, Ketua KONI, Habib Abdullah Empang, pedagang pasar, pengemudi ojek, guru hingga wartawan dijadwalkan akan disuntik vaksin Covid-19 produksi Bio Farma. Penyuntikan vaksin akan dilakukan secara bertahap.
Guna kelancaran penyuntikan vaksin dan menghindari kerumunan, ada beberapa lokasi yang digunakan.
Seperti gedung Puri Begawan, SMPN 5, RS Salak, Denkesyah, aula Polresta Bogor Kota, RS Bhayangkara, Technopark dan Technonet IPB dan ICC Botani.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno menyatakan, kelompok yang menjadi sasaran vaksinasi tahap kedua adalah mereka yang bekerja di pelayanan publik, seperti ASN, pedagang hingga wartawan.
“Kategori profesi pelayan publik di Kota Bogor yang masuk daftar penerima vaksin yakni, ASN, pejabat publik, TNI, Polri, DPRD, BUMN/BUMD, guru, dosen, pedagang pasar, tokoh agama, pelaku pariwisata hotel/resto, ojol, taksi online dan wartawan,” kata Sri Roro Minggu (28/2/2021).

Khusus untuk lansia kata Retno, masih diprioritaskan di ibu kota provinsi. Sementara, Kota Bogor belum mendapat alokasi vaksin.
Saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan by name by address melalui kader posbindu wilayah disandingkan dengan data Disdukcapil. “Sasaran lansia di Disdukcapil ada 93.000 orang. Sementara sasaran lansia pendataan riil ada 61.000 orang,”ujarnya.
Untuk jumlah sasaran pelayanan publik pihaknya menargetkan 25.000 orang. Diharapkan seluruh sasaran dapat ikut serta dalam pelaksanaan vaksinasi massal.
Untuk tenaga pelaksana melibatkan tim dari Dinkes, RS dan Puskesmas. Pihaknya lanjut Sri Roro, menargetkan 1.500 orang/hari.
“Jika berjalan sesuai rencana, harapan kami dalam kurun waktu satu bulan bisa rampung,”ujarnya.
Saat ini Pemkot melalui Dinkes telah menerima 7.730 vial untuk sasaran pelayanan publik yang berisi 69.570 dosis vaksin Covid-19 Bio Farma.
“Untuk satu vial itu berisi 5 ml yang bisa digunakan untuk 9 orang (1 orang 0,5 ml). Jadi, kalau kami hitung dari 7.730 vial jika dikali 9 menjadi 69.570 dosis atau untuk 34.785 orang (2 kali vaksin),” kata Sri Roro. (yopi)







Komentar