oleh

Pemkot Jaktim Dorong Warga Ciptakan Oleh-Oleh untuk Jadi Ikon Khas Betawi

JAKARTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur akan terus mendorong warganya untuk menciptakan oleh-oleh khas Betawi yang mudah dikenali. Dengan menggandeng beberapa pihak, mereka pun memberikan pelatihan kepada warga untuk menciptakan ikon makanan khas Betawi.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Kota Jakarta Timur Fauzi mengatakan, pihaknya akan memberikan pelatihan untuk menciptakan ikon makanan Betawi agar dengan mudah dikenali. “Kita perlu melestarikan, memperkenalkan ikon oleh-oleh Betawi agar lebih populer untuk anak dan cucu kita, termasuk ke wisatawan lainnya,” katanya, Senin (11/8).

Dikatakan Fauzi, dengan memberikan pelatihan pembuatan kuliner dan suvenir Betawi diharapkan bisa disiapkan untuk menghadapi tantangan dalam mengelola dan mempopulerkan citra oleh-oleh khasnya. “Kita ingin oleh-oleh Betawi semakin dikenal, contohnya kalau ke Sumedang, pasti titip tahu. Ke Garut, titip dodol Garut. Tapi kalau ke Jakarta, mau titip apa? Oleh-oleh khas Betawi yang dikenal orang masih sedikit,” ujarnta.

Menurut Fauzi, Jakarta juga perlu memperkuat identitas kuliner dan produk khas Betawi, mulai dari inovasi kemasan, promosi yang konsisten, hingga menggandeng pelaku usaha dan UMKM lokal. Hal ini diharapkan dapat menjadikan oleh-oleh Betawi sebagai pilihan utama wisatawan yang berkunjung ke ibu kota. “Melalui kegiatan ini diharapkan bisa mempromosikan kuliner Betawi, dan bagian dari pelestarian budaya,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Badan Musyawarah (BAMUS) Suku Betawi 1982, Ma’ah Setiawan menambahkan, pihaknya melibatkan 150 peserta dari berbagai unsur masyarakat. Mereka diberikan pelatihan yang digelar mencakup tiga materi utama, yaitu pembuatan kue akar kelapa, bir pletok, dan suvenir ondel-ondel setinggi 30 sentimeter. “Kami ingin di 65 kelurahan di Jakarta Timur, minimal di setiap 10 kecamatan, ada makanan khas Betawi yang bisa menjadi kebanggaan,” ujarnya.

Selain pelatihan, kegiatan ini juga dirangkai dengan lomba dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Nuansa merah-putih turut mewarnai acara yang diikuti oleh 150 warga dan terbagi menjadi 15 kelompok peserta, mayoritas ibu-ibu. “Kita lombakan, nanti akan dipilih juara 1, 2, dan 3, sementara yang lain tetap akan mendapat penghargaan,” tutup Ma’ah. (Ifand/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *