JAKARTA – Upaya menghijaukan langit Jakarta dengan mengurangi emisi gas buang, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur akan bekerja sama dengan PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya. Keduanya akan menambah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di beberapa wilayah untuk memudahkan masyarakat pengguna kendaraan listrik.
Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mengatakan, upaya yang dilakukan pihaknya sekaligus untuk menyikapi perkembangan pemakaian mobil listrik yang luar biasa di DKI Jakarta. Untuk itu, Pemkot Jakarta Timur siap untuk membantu memfasilitasi untuk menyediakan tempat SPKLU.
“Intinya kami siap untuk membantu memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan warga, masyarakat yang menggunakan kendaraan listrik itu agar bisa dengan mudah mencari SPKLU-SPKLU yang ada,” kata Munjirin usai menghadiri peresmian SPKLU di LRT Ciracas, Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (31/7).
Dikatakan Munjirin, demi mensukseskan itu, Pemkot Jakarta Timur akan coba membantu menyediakan tempat sebagai SPKLU. Fasilitas-fasilitas gedung milik pemerintah, nantinya bisa dijadikan sebagai tempat yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan penggunaan kendaraan listrik. “Atau mungkin swasta yang bisa kita undang untuk berkoordinasi untuk ditaruh atau dipasang SPKLU di lokasi tersebut,” ujarnya.
Munjirin menegaskan, pihaknya akan terus mendukung apa yang akan dilakukan oleh PLN DKI untuk membuat Jakarta bebas polusi. Terlebih hal ini juga menjadi program pemerintah pusat dan semakin banyaknya masyarakat yang beralih menggunakan kendaraan listrik. “Jadi, prinsipnya kami siap meng-support apa yang jadi kebijakan daripada PLN, apalagi mobil listrik kan bisa mengurangi polusi udara di DKI Jakarta,” imbuhnya.
Sementara itu, General Manager (GM) PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, Mochamad Andy Adhaminurdin menjelaskan, disiapkannya SPKLU dibeberapa titik ini untuk memudahkan masyarakat. “Ini adalah bentuk komitmen PLN dalam memenuhi instruksi presiden terkait dengan energi bersih, sehingga harapannya masyarakat yang menggunakan mobil listrik tidak kesulitan dalam hal melakukan pengisian strumnya di sini,” ungkapnya.
Andy menambahkan, saat ini di Jakarta Timur baru ada 43 titik unit SPKLU yang tersebar di 18 lokasi. Diantaranya PLN Ciracas, LRT Ciracas, Kantor Kelurahan Cibubur, Masjid Al Ikhlas Cijantung, Meneer’s Koffie, Menzikon, Posko Yantek Ciracas, Molino Pramuka Cibubur, Taman Sriwedari Cibubur, RM Pondok Laras, Sakura Garden City, Takut Coffe, Teras Basofi, Trasn Studio Mall Cibubur, PLN UP3 Ciracas, Rest Area KM 10,6 Tol Jagorawi, PBSI Cipayung dan Toko Daging Nusantara.
“Khusus Jakarta Timur ini targetnya 350 unit, kalau di DKI Jakarta paling banyak, yaitu 3500-an, tersebar. Target tahun 2025 ini kami, Jakarta Raya ditarget 1000 unit. Jadi dari bapak Wali Kota Jakarta Timur sudah men-support, yaitu kita nanti diskusikan di titik mana yang mungkin bisa kita pasangin SPKLU,” tambah Andy.
Selain menyiapkan SPKLU, ujar Andy, pihaknya juga memberikan kemudahan dan keringan bagi masyarakat yang selama ini mengunakan kendaraan listrik. Di mana pelanggan bisa mengajukan permohonan pasang baru khusus untuk ngecharging itu melalui PLN Mobile.
“Nah, kebetulan di bulan Juli sampai dengan akhir tahun nanti itu ada promo 50% biayanya dari biaya standar, jadi harapannya home charging itu bisa dicas pada saat mau tidur, ya dicas lah di rumahnya. Dan itu pun tarifnya lebih murah kalau malam, untuk tarifnya hitungannya kira-kira Rp 2.800an per KWH,” tukas Andy. (Ifand)







Komentar