JAKARTA – Dalam upaya memperkenalkan salah satu warisan budaya Indonesia, Pasar Rawa Bening, Jatinegara, Jakarta Timur, akan menampilkan pameran keris. Ribuan keris dari berbagai wilayah Indonesia akan ditampilkan dalam kegiatan tersebut.
Kepala Pasar Rawa Bening Ahmad Subhan mengatakan, pihaknya akan menggelar pameran keris dengan melibatkan Persatuan Pengusaha Keris Jakarta (PPKJ). Melalui pameran ini Pemprov DKI Jakarta ingin menunjukkan bahwa Pasar Rawa Bening bukan hanya sentra batu akik, tapi juga tersedia berbagai benda seni budaya asli Indonesia. “Di Pasar Rawa Bening ini bukan hanya pasar batu, di sini ada aksesoris, termasuk keris yang memang budaya asli Indonesia. Jadi agar masyarakat tahu keberadaan seni budaya di pasar,” kata Subhan, Selasa (28/5/2024).
Sementara itu, Ketua PPKJ Rawa Bening Joko Supriadi mengatakan, pameran keris yang rencananya digelar dalam waktu dekat ini merupakan upaya memperkenalkan keris sebagai warisan budaya Indonesia. Terlebih, UNESCO PBB sejak tahun 2015, telah menetapkan keris sebagai karya agung warisan kemanusiaan milik seluruh bangsa di dunia. “Kami menilai saat ini banyak masyarakat tak mengenal keris. Karena itu kami akan membuat pameran untuk memberi informasi bahwa keris di Pasar Rawa Bening tidak kalah dengan di museum,” ujar Joko.

Ditambahkan Joko, nanti rencananya ada sekitar 30 pedagang anggota PPKJ Rawa Bening akan menampilkan koleksi-koleksi mereka bernilai seni tinggi dan bersejarah. Sementara kriteria keris yang ditampilkan dalam pameran yakni berkualitas secara tanting atau ilmu memandang keris sebagai benda seni, dan secara tajeg atau ilmu memandang keris dari filosofi. “Nanti akan ada 10 meja, yang kita pamerkan setiap meja sekitar tiga atau empat. Keris yang akan dipamerkan secara benda seni bagus, secara filosofis juga bagus,” ujarnya.
Bahkan, sambung Joko, pameran keris rencananya akan digelar rutin setiap bulan dengan menampilkan keris-keris yang berbeda, sehingga diharapkan dapat memikat masyarakat untuk datang. “Bahkan nanti kalau mau tanya urusan tentang benda seni atau filosofi juga kami siapkan petugas. Dan ini pameran saja, bukan kontes, karena keris tidak bisa dikonteskan,” tukasnya. (*/ifand)







Komentar