oleh

Serikat Pekerja Desak Direksi Trans Jakarta Transparan Soal Rencana Arah Pelayanan Transportasi Publik

JAKARTA – Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (FSPTI) dan Serikat Pekerja Pramudi, mendesak pihak Direksi PT Transportasi Jakarta, lebih transparan dalam menentukan rencana pengelolaan dan arah sistem pelayanan transportasi publik.

Hal tersebut diwujudkan melalui pengiriman surat resmi kepada Direktur Utama Trans Jakarta yang telah disampaikan dan turut ditandatangani pimpinan serikat pekerja SPPTJ, Arif Nur Surachmad serta Ketua PUK FSPTI-KSPSI Trans Jakarta, Pandu Apriyanto.

Ketua PUK FSPTI-KSPSI Trans Jakarta, Pandu Apriyanto, kepada media ini, Rabu (2/9/2026) mengungkapkan, surat tersebut berisi permintaan dialog antara komponen serikat pekerja dengan pihak perusahaan, guna membahas beberapa persoalan mendasar yang menjadi sorotan tajam para pekerja belakangan ini. Pihaknya menilai terdapat langkah kurang transparan dilakukan Direksi PT Trans Jakarta dalam menyusun dan menentukan rencana arah pengelolaan layanan transportasi publik serta kebijakan perusahaan.

“Salah satunya tentang rencana pengembangan perusahaan dengan mencoba akan membentuk entitas baru berupa munculnya kabar sayembara penamaan anak perusahaan di bawah sistem swakelola,”ujarnya.

Pada prinsipnya sambung Pandu, diperlukan langkah dari pihak perusahaan (Trans Jakarta-red) untuk berdialog dan berdiskusi secara transparan dengan melibatkan komponen pekerja di lingkup perusahaan, guna memastikan rencana serta arah pengelolaan layanan transportasi publik, tetap melindungi dan sejalan dengan tanggung jawab serta hak-hak para pekerja.

“Kebijakan yang baik harus melahirkan jaminan keberlanjutan tenaga kerja, memberikan kepastian serta dapat mencegah munculnya persoalan baru,”tegas Pandu.

Oleh sebab itulah lanjutnya, dua serikat pekerja mengirim surat resmi kepada direksi perusahaan. Dirinya menilai forum dialog tersebut harus berjalan dan tidak boleh terus ditunda.

“Manajemen perusahaan memiliki kewenangan dalam menentukan strategis bisnis, namun tetap perlu dijalankan dengan mempertimbangkan dampak terhadap para pekerja,”pungkasnya. (Cep)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *