oleh

Lima Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, KPP DEM: Semoga Segera Ditemukan

JAKARTA – Memasuki hari keempat, keberadaan lima jurnalis yang hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan di kawasan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, masih menjadi perhatian serius komunitas pers.

Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi (KPP DEM) menyampaikan keprihatinan sekaligus apresiasi kepada pemerintah dan Tim SAR Gabungan yang hingga kini masih melakukan pencarian terhadap kelima jurnalis tersebut.

Ketua KPP DEM Achmad Satrio berharap operasi pencarian segera membuahkan kabar baik bagi keluarga, rekan kerja, dan sahabat para jurnalis yang masih menunggu kepastian. “Kami mengapresiasi pemerintah, Basarnas, Ditpolairud Polda Banten, TNI-Polri, serta seluruh unsur Tim SAR Gabungan yang terus bekerja melakukan pencarian. Kehadiran pemerintah dalam situasi seperti ini sangat berarti bagi keluarga dan komunitas pers yang sedang menunggu kabar,” ujar Achmad, Jumat (11/9/2026).

Kelima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak yakni M. Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita Antara, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews.id, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal, jurnalis lepas.

Berdasarkan kronologi Pewarta Foto Indonesia (PFI) yang merujuk laporan Basarnas, rombongan berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Kontak terakhir tercatat sekitar pukul 14.42 WIB. Saat itu, salah seorang jurnalis sempat mengirimkan titik lokasi terakhir kepada rekannya di Lampung. Posisi tersebut berada di antara Carita dan Gunung Anak Krakatau.

Namun, sekitar pukul 18.13 WIB, komunikasi dengan rombongan tersebut terputus dan hingga kini belum kembali terhubung.

Achmad menyampaikan empati mendalam kepada keluarga dan rekan-rekan kelima jurnalis. Ia juga mengapresiasi seluruh petugas SAR yang tetap melakukan pencarian di tengah kondisi Selat Sunda yang penuh tantangan, termasuk paparan abu vulkanik dan dinamika perairan. “Kami berharap koordinasi seluruh unsur terus dilakukan secara optimal. Semoga pencarian segera membuahkan hasil dan kelima rekan jurnalis dapat ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal KPP DEM Nopri Agustian menilai peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan jurnalis harus mendapat perhatian serius ketika menjalankan tugas, khususnya di wilayah yang memiliki risiko tinggi. “Rekan-rekan jurnalis bekerja untuk menyampaikan informasi kepada publik dan tidak jarang berada di medan yang penuh risiko. Karena itu, keselamatan jurnalis harus menjadi perhatian bersama, baik perusahaan media, organisasi profesi, pemerintah, maupun pihak terkait lainnya,” kata Nopri.

KPP DEM juga mengajak masyarakat, insan pers, organisasi profesi, dan komunitas untuk memberikan dukungan moral serta mendoakan agar kelima jurnalis segera ditemukan. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan rekan-rekan jurnalis yang masih dalam pencarian. Semoga seluruh ikhtiar yang dilakukan di lapangan membawa kabar baik dan mereka dapat segera kembali kepada keluarga dalam keadaan selamat,” ujarnya.

KPP DEM turut mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait perkembangan operasi pencarian. Informasi mengenai keberadaan kelima jurnalis diharapkan mengacu pada keterangan resmi pihak berwenang agar tidak menimbulkan keresahan dan menambah beban psikologis keluarga.

KPP DEM juga memberikan apresiasi kepada PFI Pusat, PFI Jakarta, dan PFI Tangerang yang terus berkoordinasi, memberikan dukungan kepada keluarga, serta memantau perkembangan operasi pencarian.

Hingga hari keempat, harapan masih tertuju pada upaya Tim SAR Gabungan. KPP DEM berharap pencarian segera menemukan titik terang dan membawa lima jurnalis tersebut kembali ke tengah keluarga dan orang-orang yang menanti. (din/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *