POSKOTA.CO -Madrasah punya peran besar bagi dunia pendidikan di tanah air, karena keberadaan Madrasah sejatinya sangat membantu beban pemerintah dan pemerintah daerah pada sektor pendidikan, baik terhadap ketersedian sarana belajar mengajar maupun terhadap kerersedian tenaga pendidik/pengajarnya.
Di Kabupaten Bekasi sendiri, di tengah perkembangan keberadaan madrasah yang tren-nya terus meningkat, ternyata masih banyak kita temukan bangunan Madrasah yang belum bisa dibilang layak. Ini menjadi salah satu contoh, kalau perhatian atas keberadaan madrasah di Kabupaten Bekasi masih belum seimbang denganppp sekolah umum, baik di tingkat Ibtidaiyah, tsanawiyah maupun aliyah.
Salah satu contoh nyata adalah ambruknya enam lokal Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTS) Negeri 1 Setu, Kabupaten Bekasi, yang sampai saat ini belum diperbaiki. Beruntung bahwa sikap gotong royong para orang tua siswa cukup tinggi, hingga mereka bersedia untuk sama-sama berswadaya memugar bangunan kelas yang roboh.
” Secara kalkulasi memang cukup besar biaya untuk memugar enam lokal yang roboh tersebut, sekitar Rp 450 juta. Tapi dengan swadaya orang tua murid, kita bangun secara bertahap, ” ujar Kepala MTS Negeri 1 Setu, H. Haerul Ihwan, S.Ag, M.Pd kepada POSKOTA.CO.
Sebagai satu-satunya MTs Negeri yang ada di Kecamatan Setu, MTs Negeri 1 Setu ini setiap tahun ajaran baru semua ruang kelas 7 sebanyak 11 kelas semua terisi.
Sejumlah orang tua murid yang dikonfirmasi POSKOTA.CO mengaku prihatin dengan kondisi bangunan enam lokal yang roboh tersebut. Karenanya, usai dalam rapat pihak sekolah dengan para orang tua murid, disepakati bahwa mereka bersedia berswadaya membangun enam lokal yang roboh tersebut.
Ahmad Afandi, orang tua dari Intan Pandini, mengatakan kalau dirinya setuju saja para orang tua murid berswadaya membangun kembali enam lokal atau kelas yang roboh tersebut.
” Yang penting transparan dan uangnya benar -benar untuk pembangunan, ” ujar Afandi.
Hal senada disampaikan dua ora kenal.pk tua murid lainnya, yakni Ny Ratih (orang tua Ratna) dan Ny Ria ( orang tua Syafira).
” Ya harus bagaimana lagi, karena memang itu satu-satunya solusi agar anak-anak murid bisa belajar dengan nyaman, ” ujar Ny Rita.
Kepala MTs Negeri 1 Setu, H. Haerul Ihwan , S.Ag, M.Pd, mengakui kalau selama ini pihaknya sudah mengirim surat ke Bupati Bekasi untuk bisa mendapatkan renovasi, namun memang belum terlaksana.
“Alhamdulilah para orang tua murid memahami keberadaan ruang kelas yang roboh itu, hingga mereka bersedia berswadaya untuk renovasi lokal yang roboh tersebut,” ujar Ihwan.
Sementara itu Kepala Seksi Madrasah pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bekasi, H. Umar As’subhi, mengatakan, sejatinya minat masyarakat Kabupaten Bekasi untuk menyekolahkan anaknya di Madrasah masih cukup tinggi, bahkan terus meningkat setiap tahunnya.
Hal itu, lanjut Umar, tak lepas dari keberhasilan pendidikan di Madrasah (Aliyah) yang bisa menggantarkan siswanya diterima di perguruan tinggi negeri. ( agus suzana)







Komentar